Surabaya (beritajatim.com) – Beeswax warp merupakan helai kain yang dilapisi dengan beeswax atau lilin lebah. Sehingga bisa digunakan sebagai pembungkus makanan yang ramah lingkungan. Hal ini lantaran sifatnya yang bisa digunakan berkali-kali. Berbeda dengan plastik dan sejenisnya yang hanya sekali pakai.
Beeswax warp bahkan tak hanya bisa digunakan berulang-ulang, tetapi juga bisa dibentuk sesuai selera asalkan lapisan lilinnya masih ada. Biasanya orang menggunakan alat ini untuk membungkus buah, sayur, dan roti. Namun, bisa juga digunakan sebagai tutup minuman.
Teksturnya yang kaku tapi mudah dibentuk tersebut, tak ayal membuat masyarakat Indonesia jadi tertarik untuk mencobanya. Cara penggunaannya pun cukup mudah, yakni cukup bungkus layaknya plastik atau kertas bungkus pada umumnya. Jika memungkinkan, jangan biarkan ada celah terbuka. Kemudian buah atau sayur yang telah dibungkus tersebut dapat dimasukkan ke dalam lemari es.
Selain dapat digunakan berulang-ulang, adapun keunggulan menggunakan beeswax warp ini ialah tidak mudah pecah, tidak mudah sobek, lebih estetik dengan warna dan coraknya yang beragam, dan tentu harganya bisa dibilang lebih murah. Lantaran kamu cukup membelinya sekali saja untuk penggunaan berkali-kali. Umumnya dapat digunakan hingga satu tahun.
Sebagai pembungkus makanan yang terbuat dari kain, tentu saja tidak menutup kemungkinan beeswax warp tersebut kotor dan terkena noda. Namun tidak perlu khawatir, karena pembungkus ini bisa dicuci. Namun, membersihkannya tidak boleh asal-asalan. Adapun berikut ini cara mencuci beeswax warp yang benar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
1. Guyur beeswax warp mengunakan air mengalir
2. Beri sabun cuci cair
3. Gosok-gosokkan menggunakan telapak tangan
4. Bilas hingga bersih
5. Jemur di rak atau sejenisnya
6. Jika sudah kering, beeswax warp bisa langsung digunakan kembali sebagai pembungkus makanan
Selain itu, ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam membersihkan pembungkus ini, di antaranya ketika mencuci beeswax warp jangan sampai dikucek atau bahkan diperas. Jika pun ada noda yang sulit hilang hingga meninggalkan bekas, bisa gunakan sikat gigi yang tidak terpakai. Kemudian gosokkan sikat pada bagian yang terkena noda secara perlahan.
Beeswax warp juga tidak boleh terkena air atau suhu yang terlalu panas. Jika dilakukan, lapisan lilin yang merekat di kain dapat luntur atau terkelupas. Sehingga fungsinya tidak bisa maksimal. (fyi/ian)






