Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep menduduki peringkat kelima angka stunting tertinggi se- Jawa Timur. Tercatat sebanyak 17.400 atau 29 persen dari 60.000 balita di Kabupaten Sumenep, termasuk dalam kategori stunting.
Karena itu, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sumenep menggalakkan gerakan nasional ibu hamil (bumil) sehat. Gerakan tersebut untuk mendorong para ibu hamil agar menjaga kondisinya tetap sehat sampai melahirkan dengan normal.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi mengatakan, saat ini masih banyak bumil yang tidak memperhatikan kondisi kesehatan dirinya maupun janin dalam kandungannya.
“Ini yang menyebabkan tingginya kasus stunting dan kematian ibu hamil saat melahirkan. Padahal, ibu hamil ini sangat perlu menjaga kesehatan fisik dan psikis selama hamil, hingga saat melahirkan, bayi yang dilahirkan ini juga sehat,” katanya, Rabu (21/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”stunting”]
Ia memaparkan, pengurus PKK kecamatan hingga desa, saat ini berkolaborasi dengan istansi terkait untuk berpartisipasi aktif dalam menyosialisasikan gerakan bumil sehat, termasuk memberikan pendampingan dan pencerahan kepada ibu hamil.
“Kami berharap para pengurus TP-PKK Kabupaten Sumenep ikut memberi perhatian khusus kepada ibu hamil. Memberikan informasi, seperti kegiatan apa saja yang boleh dilakukan selama hamil, dan kegiatan apa yang tidak boleh dilakukan, karena ini menyangkut keselamatan ibu dan bayi dalam rahim,” ujarnya.
Gerakan nasional Ibu Hamil Sehat digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan bersama lintas sektor, sejak 16- 22 Desember 2022, bertepatan dengan Hari Ibu. Sasaran gerakan ini adalah ibu hamil, melalui aktivitas gerakan pemeriksaan ibu hamil minimal 6 kali selama kehamilan, termasuk 2 kali dengan dokter dan USG. Kemudian semarak kelas ibu hamil dengan giat makan bersama, minum tablet tambah darah, dan dukungan keluarga, serta apresiasi dan dukungan bumil sehat.
“Semoga gerakan nasional ibu hamil sehat bisa meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana pentingnya menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat, dan terpenuhinya gizi seimbang. Ini tentu saja agar ibu hamil dan bayi yang dikandung sehat,” ucapnya. [tem/suf]







