Gresik (beritajatim.com) – Jelang pergantian tahun, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Manyar, Gresik, mengimbau pengusaha bengkel sepeda motor tidak melayani pemasangan atau modifikasi knalpot brong. Ini lantaran benda tersebut dianggap meresahkan masyarakat.
Kapolsek Manyar, AKP Windu Priyo Prayitno menuturkan, pihaknya jauh-jauh hari telah mendatangi sejumlah bengkel motor untuk menyosialisasikan hal ini.
“Kami datangi bengkel-bengkel motor lalu mengimbau tidak melayani pemasangan atau modifikasi knalpot brong,” tuturnya, Senin (12/12/2022).
Ia menambahkan, larangan ini sebagai upaya menjaga kondusivitas kamtibmas pada malam pergantian tahun. Sehingga perayaan tidak bising dengan suara knalpot motor yang tidak standar.
“Bukan hanya bengkel motor, komunitas motor pun anggotanya diimbau agar tidak melakukan konvoi motor terlebih menggunakan knalpot brong,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
Selain menimbulkan suara memekakkan telinga lanjut Windu, knalpot brong atau modifikasi itu juga rawan menimbulkan gesekan antar kelompok pemuda.
“Bisa saja saat melintas sambil menggeber gas suara bisingnya sehingga memicu emosi pengendara yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ajis salah satu mekanik bengkel motor asal Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik mengaku customer yang datang ke bengkelnya rata-rata hanya service rutin dan variasi, tidak ada yang memasang knalpot brong.
“Setiap menjelang tahun baru, anggota Polsek Manyar rutin mengimbau tidak melayani knalpot brong. Kami pun mendukung upaya pihak Kepolisian tersebut demi kenyamanan dan keamanan bersama,” pungkasnya. [dny/beq]






