Ngawi (beritajatim.com) – Dua orang pemuda asal Kabupaten Sragen Jawa Tengah ditangkap Polres Ngawi usai membegal salah seorang wanita di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, 24 Oktober 2022. Kedua pemuda itu lantas ditangkap dalam waktu tak sampai 24 jam.
Adalah Krisna Tegar Algufani (21) warga Desa Ringinanom, Kecamatan Sragen Kulon, Kabupaten Sragen dan Pindra Paldi Pratama (21).warga Desa Jenggrik Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. Korbannya adalah wanita berinisial SA (23) warga Desa Pakah Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera dalam.konferensi pers di Mapolres Ngawi menjelaskan jika dua pemuda itu mengaku iseng ketika membegal SA. Kejadian berawal saat SA hendak pulang kerja dari Sragen menuju rumahnya di Desa Pakah, Mantingan pada 24 Oktober 2022 pukul 00.30 WIB. Ketika sudah masuk area desanya, tiba-tiba dia dipepet dari kiri oleh dua pria yang berboncengan menggunakan motor Honda Beat nopol AD 5169 XU. Keduanya memepet korban hingga terjatuh dari motor.
“Kemudian, salah satu pelaku turun dari motornya dan menarik tas milik korban hingga tali tas putus. Di dalam tas itu terdapat satu unit laptop, ponsel, uang tunai Rp100 ribu, dan dokumen penting milik korban. Setelah itu pelaku langsung kabur. Rencananya barang curian akan dijual, dan uangnya untuk makan sehari-hari,” kata Dwiasi saat konferensi pers, Senin (12/12/2022).
Kemudian, korban yang mengalami kerugian materiil senilai Rp5 juta itu melapor ke Polsek Mantingan pada 25 Oktober 2022 pukul 05.15 WIB. Tak sampai 24 jam, Satreskrim Polres Ngawi mengamankan kedua pelaku. Berikut barang curian yang masih dibawa oleh pelaku begitu pula sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ngawi”]
“Keduanya merupakan residivis asal Lapas Sragen. Keduanya sempat melakukan kejahatan serupa. Keduanya terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” kata Dwiasi.
Salah satu pelaku yakni Krisna mengaku jika hanya iseng saja membegal wanita muda asal Mantingan itu. Kebetulan dia ingin uang untuk makan dan dia iseng hingga dapat kesempatan merampas harta benda milik SA. “Saya hanya iseng saja,” jawabnya singkat. [fiq/but]






