Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah jurnalis diduga mengalami keracunan saat kegiatan bersama salah satu lembaga negara di Banyuwangi. Mereka rata-rata berasal dari Jawa Timur.
Jumlahnya tercatat ada puluhan. Para jurnalis tersebut saat ini mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
“Konfirmasi sejak tadi malam, ada 16 yang masuk dan mendapatkan perawatan di RSUD Blambangan,” jelas Direktur RSUD Blambangan, dr. Widji Lestariono, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (12/12/2022).
Menurut Widji, para pasien masuk sejak malam hingga pagi. Rata-rata mengalami gangguan seperti muntah-muntah.
“Masuk mulai jam 02.15 WIB, sampai jam 06.00 WIB tadi masuk, gejala muntah dan diare,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wartawan-bi-keracunan”]
Tetapi, ada beberapa jurnalis lain yang juga mendapatkan perawatan di rumah sakit lainnya. Di antaranya rumah sakit Yasmin dan RSI Fatimah.
Sebelumnya, belasan jurnalis ini melakukan kegiatan bersama lembaga negara di salah satu hotel di Banyuwangi. Di tempat tersebut, mereka bersantap malam bersama.
Sebelum makan malam, mereka melakukan kunjungan ke Alas Purwo. Di lokasi tersebut, diduga para jurnalis juga menyantap makanan seefood dan aneka makanan lain.
“Gejalanya rata-rata muntah, dan buang air, lemas,” terangnya. [rin/beq]






