Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini, banyak orang yang ingin bekerja maupun menuntut ilmu di luar negeri. Tentunya tidaklah mudah untuk mencapai keinginan ini, sebab banyak kemungkinan untuk menemui kegagalan.
Namun, jika tahu triknya untuk studi dan bekerja di luar negeri, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Nah, pahami yuk rahasia sukses studi dan bekerja di luar negeri, seperti pengalaman yang diceritakan oleh Noval Dias yang saat ini berprofesi sebagai Test Engineer Congnizant Mobility GmbH di Jerman.
Negara Jerman populer dengan studi maupun profesi kerja di bidang teknik. Maka tak heran jika, banyak orang yang datang ke Jerman untuk bekerja maupun melakukan studi di bidang teknik.
“Jerman terkenal dengan teknik, tapi bisnis dan profesi perawat juga bagus. Namun kebanyakan dan populernya bidang teknik,” tutur Noval Dias.
Apakah Ijazah dari Indonesia Harus Ada Penyesuaian Agar dapat Bekerja di Luar Negeri?
Menurut pengalamannya, Noval megatakan jika beberapa temannya melanjutkan studi master terlebih dahulu sebelum lanjut bekerja di negara tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk melamar pekerjaan dengan ijazah dari negara Indonesia.
Caranya dengan melakukan penyetaraan ke ijazah Jerman, dan harus daftar dulu di kedutaan Jerman.
Batas Usia untuk Bekerja di Luar Negeri
Untuk kuliah maupun bekerja tidak ada batas usia dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau bisa disebut hampir gratis. Jika dinominalkan biaya persemester kurang lebih Rp600 ribu.
Tantangan Bekerja di Luar Negeri
Ada beberapa tantangan berkarier di dunia internasional, yaitu berkaitan dengan keterbatasan bahasa, cara berpikir, perbedaan budaya, mencari kecocokan untuk tempat tinggal, dan komunikasi, dan masih banyak lagi
Cara Meningkatkan Kemampuan Etos Kerja
Setiap tantangan yang ada tentu harus diselesaikan dengan cara yang benar dan tepat agar hasilnya juga tidak mengecewakan. Untuk mencqpai hal tersebut, Anda harus profesional dan tanggung jawab, disiplin, memperbaiki tingkat skill dan handal dalam bidang pekerjaannya.
“Ya kebanyakan banyak yang memiliki syarat converstation level, seperti tidak bagus dalam bahasa jerman namun bagus di bahasa inggris tetep diterima” ucap Dias
Noval merupakan salah satu karyawan perusahaan Mobility GmbH di Jerman dan berprofesi sebagai Test Engineer Congnizant. Selain sibuk di bidang IT, ia juga ikut dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Himpunan ini biasa mengadakan agenda seperti pertemuan, pesta, serta sharing mengenai tips dan trik dengan anggota baru. [fri/beq]






