Malang (beritajatim.com) – Nama pemilik Nendes Kombet atau NK Kafe, Djoni Sudjatmoko muncul sebagai kandidat Ketua KONI Kota Malang. Munculnya nama Djoni menjadi harapan baru bagi dunia olahraga Kota Malang.
Sebab, Djoni selama ini dikenal sebagai pengusaha kaya yang gemar memasyarakatkan olahraga. Di kafe yang dia miliki di Jalan Raya Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Djoni menyediakan berbagai fasilitas olahraga.
Seperti lapangan sepak bola khusus alias mini soccer untuk 7vs7, lalu ada jogging track untuk masyarakat berolahraga. Juga ada sepeda kayuh yang juga dapat dinikmati pengunjung kafe untuk berolahraga.
[berita-terkait number=”5″ tag=”KONI-Kota-Malang”]
“Saya bikin jogging track di Ampeldento, Karangploso 550 meter satu putaran. Nah itu kan sebagai tampak depan dari kafe saya, karena saya sangat perhatian dengan olahraga, itu saya tulis disitu jogging track Ampeldento baliknya saya tulis olahraga itu cerdas itu motto saya,” kata Djoni, Jumat, (9/12/2022).
Beberapa cabang olahraga (Cabor) di KONI Kota Malang sudah mendeklarasikan dukungan padanya. Dia mengaku bersedia maju karena pencalonan dirinya murni atas dukungan dan keinginan para Cabor agar KONI dinahkodai figur baru.
“Maka ketika saya ada perhalatan ketua KONI ini dan ada beberapa cabor itu sounding ke saya untuk ikut meramaikan pemilihan ketua KONI. Saya siap saja, saya senang karena KONI ini kan lebih kepada manajemen penanganan olahraga, ada kawan-kawan yang mempercaya ke saya maka oke saya siap,” imbuh Djoni.
Djoni dianggap sebagai sosok yang mampu melahirkan sejumlah terobosan baru dalam mengembangkan dunia olahraga. Sebab, selama menjalankan bisnis di sejumlah bidang Djoni dianggap sosok yang mampu memanajemen dengan baik.
“Saya suka membuat terobosan yang baik. Saya itu pemikiran tidak suka berhenti di kebiasaan, saya langsung mencoba berinovasi mencoba untuk lebih baik. Mungkin ini dibaca sama kawan-kawan ada inovasi-inovasi di dalam pengelolaan olahraga di Kota Malang, bukan hanya sebatas atlet tapi juga bisa membawa virus olahraga itu disenangi oleh seluruh masyarakat Kota Malang ini gemar olahraga,” tandas Djoni. (Luc/kun)






