Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menyerahkan Surat Keputusan (SK) Plt kepada Wakil Bupati Bangkalan Mohni yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bangkalan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (8/12/2022) petang.
Penunjukan ini terkait ditangkapnya Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron oleh KPK pada Rabu (7/12/2022) kemarin. “Kami melanjutkan program-program yang sudah ada karena juga ini berbarengan dengan akhir tahun,” kata Mohni kepada media usai acara.
Mohni nampak masih malu-malu mengungkapkan, rencana kerja di tahun 2023. Ia mengaku, lebih memilih untuk melanjutkan program-program pembangunan yang sudah direncanakan. “Program-program pembangunan juga ada yang belum tuntas. Mudah-mudahan nanti sebelum 31 Desember 2022 bisa kelar,” ujarnya.
Saat ditanya tentang posisi lima kepala dinas yang terjerat kasus dugaan korupsi, Mohni tak banyak merespon. Namun, setelah mendapat wewenang menjadi Plt, dirinya akan segera melakukan seleksi. “Akan segera kita isi, secepatnya. Ini karena kami sudah boleh menandatangani dengan selaku Plt Bupati untuk memberikan surat keputusan kepada mereka yang layak ditempati,” tegas Mohni.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bupati-bangkalan”]
Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, penetapan Plt Bupati Bangkalan Mohni telah ditandatangani langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Begitupun SK pengangkatan yang telah dikonsultasikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ibu Gubernur yang memberikan amanah kepada saya tanpa menunda, menyerahkan, SK Plt atas nama Ibu Gubernur dan memang SK ini atas nama Ibu Gubernur di tanda tangani Ibu Gubernur telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri ya. Dan, memang ini supaya masyarakat Bangkalan memiliki pemerintahan yang berjalan dengan efektif, tanpa ada jeda atau kekosongan,” ucap Emil.
Dirinya berharap, amanah baru ini dapat dijalankan oleh Plt Bupati Bangkalan Mohni dengan serius, mengingat pembangunan di Kabupaten Bangkalan merupakan amanah dari rakyat, untuk dikebut di penghujung tahun 2022.
“Supaya bisa dipastikan program-program bisa terselesaikan dengan baik, walaupun tentunya sebagai wakil punya pemahaman. Pak Sekda Bangkalan bisa full memastikan jika tidak ada hambatan dalam menyelesaikan program 2022,” pungkas Emil. [tok/suf]






