Mojokerto (beritajatim.com) – Pengerjaan tanggul darurat untuk mengantisipasi luapan Kali Lamong di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto hampir rampung. Pengerjaan tanggul darurat ditinggikan 3,8 meter tersebut saat ini sudah 90 persen.
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman menjelaskan penguatan tanggul darurat menggunakan anggaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (P-APBD) 2022 sudah hampir selesai pengerjaannya.
“Penguatan tanggul darurat ditinggikan 3,8 meter di Desa Banyulegi sudah hampir 100 persen,” ungkapnya, Rabu (7/12/2022)
Saat ini, lanjut Rois, tinggal finishing di beberapa bagian untuk dirapikan pada bagian atas. Rencananya, tanggul darurat sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut akan ditinggikan dari tiga meter kini menjadi sekitar 3,8 meter sebagai upaya mengantisipasi banjir tahunan akibat luapan Kali Lamong saat musim hujan.
“Petugas masih berada di lokasi untuk memantau sekaligus menguji kekuatan tanggul ketika hujan deras. Kita kan menguji juga nanti kalau ada hujan deras itu bagaimana kondisinya tanggul alat kita juga masih di sana. Tanggul darurat di Desa Banyulegi yang dibangun pada Februari 2020 lalu telah terbukti ampuh selama dua tahun dapat mencegah banjir dari luapan sungai,” katanya.
Sedangkan, anggaran peninggian tanggul darurat di Desa Banyulegi dari P-APBD Tahun 2021 tersebut sekitar Rp200 juta. Pengerjaaan tinggi tanggul darurat saat ini setinggi 3,8 meter atau tambah tinggi 50-80 sentimeter. Menurutnya, tanggul darurat yang dikerjakan melalui swakelola ini cukup kuat dapat menghalau luapan Kali Lamong.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Mojokerto”]
“Sehingga tidak sampai meluber ke permukiman warga. Kita sudah sesuaikan dengan kejadian banjir selama ini di Banyulegi, kita beri rentang tinggi sekitar 50 sentimeter untuk menghalau luapan sungai, kemarin hujan deras alhamdulillah tidak sampai meluber,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto meninggikan tanggul darurat di daerah langganan banjir tahunan. Yakni di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Luberan Kali Lamong memicu banjir pada awal tahun 2022 lalu. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan luberan air sungai melewati tanggul setinggi 30 cm hingga membanjiri permukiman penduduk.
Ketinggian banjir kurang lebih setinggi pinggang orang dewasa. Anggaran perbaikan tanggul darurat bersumber dari P-APBD Tahun 2022. Tanggul darurat ini dengan panjang 400 meter hingga menyesuaikan elevasi di lapangan.
Sedangkan ketinggian awal sekitar 3 meter ditambah 80 cm. Sementara total anggaran P-APBD untuk operasional pemeliharaan dan perbaikan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto sekitar Rp500 juta. [tin/beq]






