Malang (beritajatim.com) – Manajemen Arema FC menunjuk Wiebie Dwi Andriyas sebagai manajer tim menggantikan Ali Rifki. Tantangan pertama yang harus dia hadapi adalah mengembalikan kepercayaan Aremania yang mulai pudar pada Arema FC.
Hilangnya rasa kepercayaan Aremania pada Arema FC didasari oleh Tragedi Kanjuruhan yang membuat 135 orang meninggal dunia. Sebanyak 600 lebih orang mengalami luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.
Di sisi lain Aremania yang terus melakukan protes ke jalan menuntut keadilan para korban seolah jalan sendiri. Jalur hukum mereka tempuh sendiri tanpa bantuan manajemen. Suporter berharap klub berpihak pada Aremania yang selama ini loyal memberikan dukungan. “Intinya saya masuk di Arema FC ini saya bantu Arema untuk dapatkan kepercayaan dari Aremania se Malang Raya melalui jalur prestasi,” kata Wiebie, Selasa, (6/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”arema-fc”]
Wiebie mengatakan, sebagai orang baru di tim. Tugasnya tidak hanya mengembalikan kepercayaan Aremania. Tetapi juga kepercayaan diri dan mental para pemain pasca Tragedi Kanjuruhan. “Saya baru masuk, otomatis saya sedang kerja keras utamanya untuk tim. Saya tanggungjawab betul. Nanti apa strateginya, kita maksimalkan dulu di enam pertandingan,” imbuhnya.
Wiebie mengaku ingin membawa Arema FC berprestasi di Liga 1 musim ini. Pengusaha asal Malang itu bertekad akan terus membuat para pemain termotivasi di sisa lanjutan kompetisi musim ini. “Saya orangnya tidak mau ngalah. Semaksimal mungkin kami gembleng dan beri semangat pada seluruh pemain,” tandasnya. (luc/kun)






