Sampang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur merilis ada 31 Kabupaten/Kota yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem akhir tahun 2022.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya bencana alam saat memasuki pancaroba,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Asroni, Sabtu (3/12/2022).
Asroni mengatakan, pihaknya juga melakukan beberapa upaya penanggulangan bencana yang sering terjadi ketika musim hujan. Di antaranya menjalin kerja sama dengan Kodim Sampang, menyiapkan anggotanya agar siap siaga seperti adanya bencana banjir. “Selain itu kami juga mengeluarkan surat edaran waspada banjir ke semua kecamatan yang ada di Sampang,” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”BMKG”]
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bencana alam yang sudah terjadi selama akhir tahun 2022 ini diantaranya banjir luapan sungai Nyeburen di Kecamatan Jrengik yang mengenangi jalan raya nasional sisi selatan Madura.
Ketingian banjir di jalan nasional tersebut, rata-rata membuat kendaraan kecil tidak bisa melintas baik ke Surabaya maupun sebaliknya. Meski banjir berangsur surut namun membuat akses jalan nasional sempat terganggu.
Kemudian bencana puting beliung yang menghancurkan beberapa pemukiman penduduk di Dusun Gunung Kesan, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, pukul 13:30 WIB, Jum’at (4/11/2022) lalu.
Hujan deras yang disertai angin kencang itu, tidak hanya merusakan permukiman penduduk, tetapi juga menumbangkan beberapa pohon di daerah tersebut.
Zehri, PJ Kades Desa Pao Paleh Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar ada puting beliung, Warga gotong royong memotong dan mengamankan dahan yang menghalang ke jalan dan yang menimpa rumah warga.[sar/kun]






