Blitar (beritajatim.com) – Rumah milik Uripah di Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar kini roboh. Bagian garasi rumah milik perempuan 47 tahun tersebut ambruk dan longsor ke sungai yang berada di sampingnya.
“Bagian garasi ikut ambruk Selasa malam setelah diguyur hujan deras,” kata Uripah, pemilik rumah, Jumat (2/11/2022).
Sebelumnya kondisi rumah Uripah memang sudah retak dan rawan roboh. Perempuan 41 tahun itu bersama keluarganya pun terpaksa mengungsi demi menghindari jatuhnya korban akibat robohnya rumah.
Rusaknya rumah Uripah ini terjadi setelah bagian pondasi bangunan tergerus arus sungai. Sehingga pondasi dan tembok bangunan ambles serta mengalami retak.
“Penyebabnya ya derasnya arus sungai itu yang menggerus pondasi dan mengakibatkan bangunan roboh,” imbuhnya
Kini bagian garasi rumah milik ibu 41 tahun tersebut telah amblas ke dalam sungai. Sementara untuk bangunan dapur dan kamar mandi kini juga telah mengalami keretakan di bagian tembok serta lantainya.
Kondisi itu pun membahayakan bagi keselamatan Uripah dan keluarga. Kini perempuan 41 tahun bersama keluarga tetap memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat dari pada menempati rumahnya yang rawan terjadi roboh susulan.
“Kini bagian dapur sudah retak dan rawan roboh, sehingga kami masih takut untuk menempati rumah,” pungkasnya.
Uripah dan keluarga pun berharap agar Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat mengatasi kejadian tersebut. Uripah berharap pemerintah agar segera melakukan perbaikan talud sehingga air sungai tidak terus menggerus pondasi dan bangunan rumahnya.
Melihat kondisi tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar langsung bergerak cepat melakukan penanganan kejadian tersebut. Petugas BPBD langsung memasang karung berisi pasir di talud sungai yang berbatasan langsung dengan rumah milik Uripah.
“Untuk menghindari dampak longsor susulan yang lebih parah, kami melakukan penanganan darurat dengan pemasangan karung pasir dan bambu lalu ditutup terpal untuk mengalihkan arus aliran air,” kata Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Blitar, Setya Wiratno.
Pemasangan karung pasir ini dilakukan di sepanjang talud sungai yang sudah terkikis. Karung karung pasir tersebut dirasa masih cukup kuat untuk menahan derasnya arus sungai untuk waktu sementara.
Selain perbaikan sementara, BPBD Kota Blitar tengah berkomunikasi dengan Dinas PUPR terkait perbaikan secara permanen bangunan talud sungai tersebut. Hal itu dilakukan karena talud sungai merupakan kewenangan dari Dinas PUPR Kota Blitar.
“Kita juga berkoordinasi dengan dinas PUPR terkait perbaikan secara permanen bangunan talud sungai secara permanen,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Terkait kerusakan rumah, BPBD Kota Blitar juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat untuk bantuan perbaikan rumah. Sejauh ini Dinas Perumahan Rakyat telah melakukan survei ke rumah Uripah yang sebagian bangunannya telah ambruk.
Nantinya hasil survei dari Dinas Perumahan Rakyat tersebut akan dijadikan pertimbangan untuk proses perbaikan rumah Uripah.
“Tim dari Dinas Perumahan Rakyat sudah survei ke lokasi, tapi penanganannya menunggu perbaikan talud dulu. Yang jelas tetap ada penanganan dari pemerintah terhadap rumah warga yang terdampak longsor,” pungkasnya. [owi/but]






