Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Architecture UK Petra dan Silpakorn University Thailand menggelar pameran bersama di Kampus UK Petra Surabaya, Senin (21/11/2022).
Pameran tersebut bertajuk ‘Projecting Cities; Bangkok and Surabaya’. Di situ, mereka memamerkan karya yang berfokus pada revitalisasi kawasan Pecinan di Kota Bangkok dan Surabaya.
“Para mahasiswa dua negara ini mulai mengerjakan proyek bersama selama satu semester gasal 2022/2023. Fokusnya mengangkat mengenai revitalisasi kawasan Pecinan di kota Bangkok dan Surabaya.” ujar Rully Damayanti, dosen UK Petra penanggung jawab acara.
Rully menambahkan, kelas diadakan secara online maupun onsite, yang dibagi menjadi 4 kelompok dimana mahasiswanya dicampur menjadi satu. “Jadi para mahasiswa beda negara ini diminta merencanakan dan mendesain bagian dari kawasan tua baik di Surabaya dan Bangkok seluas kurang lebih 30 hektar.” jelasnya.
Rully memaparkan, pameran ini menampilkan sebanyak 14 desain kawasan dalam bentuk maket dan gambar. Untuk kawasan Pecinan Kota Bangkok, yang menjadi targetnya adalah Talad Noi. Ini merupakan kawasan budaya yang bersejarah bagi penduduk keturunan China. Menggeliat kembali setelah menjadi area perdagangan dan fasilitas kreatif bagi turis.
“Desain para mahasiswa cukup beragam, yang jelas mereka tetap mempertahankan karakter asli kawasan Pecinan serta menambahkan potensi aktifitas industri kreatif,” beber Rully.
[berita-terkait number=”4″ tag=”uk-petra”]
Sementara itu, yang menjadi target di Surabaya adalah Kembang Jepun. Kata Rully, para mahasiswa tetap menjaga bangunan cagar budaya dan tak lupa mengkombinasikan dengan bangunan dengan aktifitas yang lebih modern. Tujuannya agar kawasan tersebut lebih hidup dan tidak menjadi kawasan mati saat malam hari.
“Strateginya mengangkat karakter budaya Pecinan seperti bentuk atap, masa bangunan dan langgam arsitektur. Dilengkapi fasilitas seperti museum, co-working space, dan pasar modern,” terangnya.
Sedangkan Dosen Pengampu dari Silpakorn University Apiradee Kasemsook menyampaikan, bahwa di UK Petra, perkuliahan ini masuk dalam mata kuliah Studio Merancang 7 untuk mahasiswa semester 7. Sementara itu di Silpakorn University ini merupakan kelas studio desain bagi mahasiswa tahun ke-5. Kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama dan menyenangkan.
“Ini menjadi tantangan yang sangat menarik bagi kami. Tak hanya belajar budaya masing-masing untuk membuat proyek arsitektur saja akan tetapi juga belajar budaya kerja studio masing-masing negara. Kolaborasi ini merupakan inspirasi besar dan kami siap melanjutkan kerja sama lebih lanjut.” katanya. (ipl/ted)






