Surabaya (beritajatim.com) – Pada dasarnya, stres dapat dialami oleh siapa saja, entah itu pria maupun wanita. Bahkan, stres juga tidak melulu dialami oleh orang dewasa.
Anak-anak pun juga bisa merasakan beban pikiran sekaligus mental yang cukup berat di usia mereka, hingga tak heran jika kemudian timbul rasa stres. Kondisi ini tentu saja perlu diperhatikan oleh para orang tua.
Ketika anak alami stres, umumnya mereka akan menunjukkan gejala tertentu. Meskipun gejala stres pada anak sebenarnya tidak jauh berbeda, tetapi ada beberapa hal yang lebih menonjol. Adapun gejala stres pada anak yang perlu diwaspadai, berikut diantaranya:
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Perubahan emosi
Hal mendasar yang dapat dilihat saat anak alami stres ialah perubahan emosinya. Hal ini karena hatinya menjadi lebih sangat sensitif. Misalnya, seharian anak bersikap baik-baik saja, tetapi ketika ada satu momen tertentu, tiba-tiba emosinya meluap atau marah tidak menentu. Bisa juga sebaliknya, yang tadinya tampak tertawa dan bahagia, seketika justru menangis.
Perubahan perilaku
Selain perubahan emosi, anak juga bisa alami perubahan perilaku ketika sedang stres. Misalnya saja anak mendadak jadi suka memukul, berkata kasar, hingga melakukan beragam cara untuk menarik perhatian orang lain. Perubahan perilaku ini dilakukannya karena anak merasa stres sekaligus diabaikan. Namun, ada sebagian anak justru memilih untuk menarik diri dari lingkungan sekitarnya.
Menurunnya prestasi belajar
Stres juga kerap membuat pikiran seseorang menjadi tidak fokus, terpecah dan lain sebagainya. Tak ayal jika hal ini kemudian mempengaruhi prestasi belajar anak. Jika biasanya mereka sangat mudah menangkap pelajaran dari guru, justru kini justru tampak hilang semangat belajar hingga nilai pun turun.
Keluhan fisik
Selain perubahan perilaku dan emosi, anak yang alami stres juga kerap mengeluhkan masalah fisik. Hal ini biasanya berkaitan erat dengan sistem pencernaan. Tak ayal ketika stres, anak-anak kerap merasa diare, muntah, hingga mual. Selain itu, keluhan fisik lain yang sering dialami ialah sakit kepala dan mudah lelah meski sebenarnya tidak banyak aktivitas yang dilakukan.
Malingering
Mungkin kamu pernah melihat anak yang berpura-pura sakit, ketika hendak melakukan sesuatu. Misalnya, sesaat sebelum berangkat sekolah atau ketika disuruh belajar. Biasanya mereka akan berpura-pura sakit untuk menghindari kewajiban tersebut. Namun, kondisi ini bisa jadi gejala anak alami stres. Mereka yang bingung menjelaskannya, hanya bisa mencoba untuk menghindarinya. (fyi/nap)






