Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak mendukung penuh “Gerakan Desa Mas Depan” yang digagas DeDurian Park dan Ternaknesia. Emil beralasan, desa merupakan urat nadi pembangunan bangsa. Perannya sangat penting.
“Kami sangat mendukung. Pentingnya mindset yang tepat dalam membangun desa. Karenakan desa adalah komponen pembangunan bangsa yang sangat penting,” kata Emil Dardak dalam dialog Series Hari Pahlawan yang diselenggarakan Ternaknesia, via zoom yang diikuti 300 peserta, Jumat (18/11/2022).
Di akhir presentasinya, Emil Dardak menyampaikan harapannya kepada Ternaknesia serta pentingnya kolaborasi antara stakeholder untuk mewujudkan pembangunan di desa.
Pada forum yang sama Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park mengajak anak-anak muda kembali ke desa, membangun dengan teknologi, dengan ilmu dan kreativitas. “Desa masa depan adalah yang tetap menjaga lokal jenius, tetapi melengkapi dengan ilmu, kreativitas dan teknologi. Fasilitas, infrastruktur menyamai kota, tapi sikap hidup, lingkungan alam tetap terjaga,” tegas Yusron.
Desa masa depan, lanjutnya, adalah desa yang dibangun anak-anak muda. Kalau pertanian harus skala industri, kalau peternakan harus integrited, bahkan Ternaknesia seperti Dedurian Park harus bangun cluster ternak inti, sementara plasmanya adalah masyarakat luas. “Saya bermimpi ternak-ternak di Indonesia dirawat dengan teknologi dan jumlah massal seperi di Selandia Baru,” tambah Yusron.
CEO Ternaknesia, Dalu Nuzlul Kirom, mengungkapkan hal serupa. Materi yang disampaikan Dalu adalah tentang contoh-contoh negara yang menjadi maju setelah mampu menjadikan desa-desa mereka sebagai desa mandiri. “Maka hari ini kami launching Ternak Park sebagai jawaban akan desa masa depan,” tegas mantan Presiden BEM ITS ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”dedurian-park”]
Ternakpark adalah bukti kongkrit dari upaya Ternaknesia mengajak masyarakat untuk membangun desa. Ternakpark merupakan sebuah kavling produktif berbasis peternakan yang didirikan di kawasan wisata berkembang di DeDurian Park.
Imron Ibnu Fajar, Project Leader Ternak Park menyebut, Ternakpark merupakan Kavling Produktif berbasis peternakan yang mengedepankan transparansi. “Ternak Park dapat dipantau secara real time melaui aplikasi. Sehingga pemilik kavling dapat merasa aman terhadap Kavling Ternak yang dimilikinya,” tegas Fajri.
Berbagai potensi keuntungan didapatkan pemilik kavling ternak. “Seperti, kenaikan harga lahan, potensi bagi hasil peternakan breeding/fattening, bagi hasil panen durian serta bagi hasil eduwisata. Ternaknesia berharap melalui produk Ternak Park ini terjadi simbiosis mutualisme antara masyarakat perkotaan dan pedesaan,” pungkasnya. [suf]






