Blitar (beritajatim.com) – Kontingen atlet Kota Blitar memboyong 17 medali dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIII Jawa Timur, di Sidoarjo. Perolehan medali tersebut disumbang beberapa cabang olah raga yaitu taekwondo, catur, tenis lapangan, karate, panjat tebing, balap sepeda, serta pentaque.
Raihan ini membuat Kota Blitar di POPDA) XIII Jatim hanya menempati urutan ke-15 dengan score 36. Capaian tersebut meleset dari target yang ditetapkan sebelumnya yakni berada di posisi 11 besar.
“Kalau targetnya tahun kemarin itu 11 besar tapi di POPDA ini kita cuma berada di posisi 15 dengan perolehan medali berjumlah 17,” kata Kabid Olahraga Dispora Kota Blitar, Gatot Widodo, Sabtu (19/11/2022).
Gatot mengungkapkan, melesetnya target perolehan medali itu karena di beberapa cabang olahraga yang selama ini menjadi unggulan tidak mendapatkan hasil maksimal. Sehingga perolehan medali di POPDA XIII Jatim terbilang minim.
Selain itu, faktor kurangnya pembibitan atlet muda berkualitas juga menjadi penyebab kurang maksimalnya prestasi kontingen Kota Blitar dalam POPDA XIII Jatim yang berlangsung pada 8-12 November 2022 lalu.
Menurut Gatot Widodo, beberapa cabang olahraga yang biasanya mendulang banyak medali kini tidak maksimal karena kekurangan stok atlet.
“Kemarin ada beberapa cabor seperti itu, dulunya menghasilkan medali banyak sekarang tidak karena mereka kehabisan stok atlet” imbuhnya.
Untuk itu, Dispora Kota Blitar akan memperbanyak pembibitan atlet muda di seluruh cabang olah raga. Selain itu, pendanaan dan pembinaan juga akan dilakukan sebaik mungkin agar kualitas atlet yang dihasilkan berkualitas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
Periodesasi latihan juga akan diterapkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Blitar untuk setiap cabang olahraga. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengajaran tentang menentukan target dan proses mencapainya.
Meski begitu Dispora Kota Blitar memahami bahwa perubahan prestasi tidak dapat diraih secara instan. Diharapkan dengan pembenahan di sektor pembibitan atlet serta dibentuknya periodesasi latihan akan mampu meningkatkan prestasi kota Blitar di POPDA selanjutnya.
“Maka dari itu kita akan melakukan pembibitan atlet yang lebih banyak lagi terutama untuk sektor cabor yang minim peminat, periodesasi latihan juga akan diterapkan agar setiap cabang olahraga bisa menentukan target dan langsung bisa menerapkan formula latihan untuk mencapai target tersebut,” pungkasnya.
Rincian 17 medali yang diperoleh oleh kontingen atlet Kota Blitar yaitu 5 emas, 4 perak dan 8 perunggu dari 7 cabor. Meski meleset dari target, Pemerintah Kota Blitar tetap memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh atlet yang sudah berusaha maksimal. [owi/beq]






