Mojokerto (beritajatim.com) – Satu keluarga di Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto diduga mengalami keracunan makanan usai menghadiri hajatan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pastinya.
Kapolsek Kutorejo, AKP Rohim membenarkan adanya dugaan sekeluarga tersebut keracunan makanan. Mereka menghadiri acara hajatan warga pada, Kamis (17/11/2022). Sepulang dari hajatan, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak tersebut mengeluhkan mual dan diare
“Keluhannya sebelum dibawa ke Puskesmas, mual, pusing, diare. Kalau karena makanan hajatan, kemungkinannya kecil. Karena kalau karena makanan hidangan itu, seharusnya ratusan orang yang datang juga keracunan. Ini cuma satu keluarga ini,” ungkapnya, Jumat (18/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”keracunan”]
Masih kata Kapolsek, untuk mengetahui penyebab satu keluarga tersebut mengalami keracunan, pihaknya langsung rumah korban dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya juga melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan warga setempat
“Belum (dipastikan keracunan) kalau keracunan hajatan logikanya pasti tamu undangan yang lain pasti keracunan karena makan makanan yang sama. Terkait sisa makanan itu diamankan di Polres untuk di uji laboratorium ke Polda (Jatim) untuk mengetahui kepastiannya seperti apa?,” tegasnya.
Sebelumnya, Satu keluarga di Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto diduga mengalami keracunan makanan. Akibatnya, satu orang meninggal dan dua lainnya masih menjalani perawatan.
Satu orang meninggal dunia tersebut yakni sang ayah, IS (45) dan dua orang anggota keluarga lainnya dirawat di rumah sakit atau puskesmas. Yakni istri korban, HR (34) dan anaknya (16). Satu keluarga ini dikabarkan keracunan makanan setelah menghadiri hajatan di desa. [tin/kun]






