Surabaya (beritajatim.com) – Keputusan Hermawan Kartajaya, Founder MarkPlus, Inc untuk menyerahkan jasadnya jika telah tiada menjadi Kadaver Di Fakultas Universitas Airlangga Surabaya ini tentu membuat hal tidak terduga bagi seluruh keluarga Fakultas Kedokteran.
Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs. F.E.R. mengatakan yang diketahui merupakan guru semasa sekolahnya di SMA Santa Luis Surabaya ini mengaku terkejut dengan keputusan mulianya.
Menurutnya memberikan jasadnya untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran para dokter muda ini tidak mudah dan ini baru pertama kalinya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Hermawan-Kartajaya”]
Masih banyak yang pertama apa yang dimaksud dengan Kadaver, tubuh atau jadad seseorang yang telah tiada ini akan diawetkan dan akan menjadi media belajar anatomi tubuh seperti bagian tulang, hingga organ dalam.
“Prosesi semacam ini baru diadakan pertama kali. Jika nanti bapak wafat tubuhnya diserahkan ke Fakultas Kedokteran Airlangga untuk dijadikan kadaver . Kadaver jasad tubuh seorsng manusia yg diawetkan dan digunakan utnuk beljar anatomi tubuh kita tulang otot organ yg lain didalam ,”ungkap Prof, Dr. Budi Santoso, dr.,Sp.OG,Subs.F.E.R.
Diharapkan nantinya lewat penandatanganan nota kesepahaman wasiat kadaver Hermawan Kartajaya kepada fakultas kedokteran Universitas Airlangga bisa bermanfaat untuk banyak hal dari guru kembali ke guru. (way/kun)






