Surabaya (beritajatim.com) – Tahukan Anda jika melakukan hubungan intim saat perempuan sedang haid diperbolehkan, lho. Menurut Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi RS Bina Medika, dr.Sandy Prasetyo, Sp,OG, menjelaskan bahwa dari sisi medis berhubungan saat haid tidak dilarang dan dapat mengurangi rasa nyeri haid setelah mencapai orgasme.
Tetapi apa bisa terjadi kehamilan? Simak dulu yuk untuk pasangan suami istri tentang fakta seks saat haid.
1. Mengurangi Rasa Kram
Jika Anda sering merasa kram, melakukan hubungan saat haid bisa menjadi solusi. Sebab kram menstruasi merupakan hasil dari kontraksi rahim untuk meluruhkan sel telur yang tidak dibuahi.
Sementara ketika orgasme, otot – otot rahim ikut berkontraksi, sehingga membantu kontraksi rahim. Hal ini membuat kram jadi berkurang dan sel telur yang tidak dibuahi luruh lebih cepat.
2. Menghilangkan Sakit Kepala
Selain meredakan kram pada perut, cara ini juga diklaim oleh para peneliti dapat meredakan sakit kepala ketika haid. Sebab, berhubungan intim membuat tubuh melepas zat endorfin yang membuat Anda rileks dan merasa lebih baik, sehingga rasa yang tidak nyaman terasa hilang.
3. Jadi Pelumas Alami
Ternyata darah haid bisa menjadi pelumas alami bagi pasangan. Lantaran darah yang licin dapat membuat pergerakan penis jadi terasa lebih lembut di dalam vagina seperti memakai pelumas.
4. Periode Haid Jadi Lebih Singkat
Fakta seks saat haid berikutnya yakni masa periode haid jadi lebih singkat atau pendek. Sebab, orgasme membuat kontraksi rahim melepas sel telur yang tidak dibuahi menjadi lebih cepat keluar.
5. Tingkatkan Gairah Seks
Saat siklus menstruasi pernahkan Anda merasa lebih meningkat untuk melakukan hubungan? Jika iya hal ini memang suatu yang lumrah, sebab siklus menstruasi membuat hormon mengalami fluktuasi sama halnya dengan seks.
6. Boleh Dalam Medis, Dilarang Dalam Islam
Diinformasikan dari Healthline, jika seks dalam kondisi haid memang diperbolehkan dari segi medis, namun juga memiliki risiko yang sewaktu – waktu dapat terjadi.
Beberapa perempuan yang berhubungan intim saat menstruasi tidak merasakan rasa sakit akibat seks. Tetapi, seks saat haid tidak boleh dilakukan ketika perempuan tengah mengalami mual berlebih atau ketika darah menstruasi sedang deras.
Sebab, hal ini dapat memicu infeksi bahkan penyakit endometriosis atau penebalan dinding rahim. Meskipun diperbolehkan dalam medis, namun jika Anda muslim hal ini dilarang keras. Lantaran darah haid adalah suatu kotoran dan sudah dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah 222.
7. Tetap Berpotensi Hamil
Selain itu, berhubungan intim saat haid juga bisa menimbulkan kehamilan. Potensi ini bisa terjadi jika dilakukan pada hari terakhir haid.
Karena, diketahui jika sperma bisa hidup di dalam tubuh hingga tujuh hari. Jika siklus menstruasi pendek misalnya 22 hari, kemungkinan setelah haid Anda akan segera ovulasi atau fase melepaskan sel telur kembali.
Nah, ketika sel telur terlepas dan sperma masih ada di saluran reproduksi Anda, maka sperma dapat membuahi sel telur dan terjadi kehamilan. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan menggunakan kondom. (frs/ian)






