Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto bakal menambah alokasi anggaran untuk mendukung program peningkatan infrastruktur perbaikan jalan dan jembatan, pada tahun 2023.
Diprediksi, alokasi anggaran untuk mendukung program peningkatan infrastruktur perbaikan jalan dan jembatan pada tahun 2023 tersebut sebesar Rp175 juta.
Jika benar, angka tersebut naik Rp66 juta dari Rp109 juta yang digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan di tahun 2022 ini.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, penambahan anggaran untuk peningkatan jalan dan jembatan masih dalam proses pembahasan. “Prediksi kami, perkirakan anggaran tahun depan untuk jalan dan jembatan saja sekitar Rp175 miliar, dikisaran segitu,” ungkapnya, Kamis (17/11/2022).
Masih kata Rinaldi, penambahan anggaran ini untuk perbaikan maupun perawatan jalan dan jembatan secara merata di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Misalnya, di ruas Jalan Kembangsri sampai Tambakrejo Kecamatan Ngoro yang sudah menjadi prioritas lama.
“Di ruas jalan ini, nantinya akan dilakukan perbaikan dengan jalan beton. Kemudian, rencana perbaikan ruas jalan Lakardowo Kecamatan Jetis sekitar 200 meter, jembatan penghubung di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas yang perbatasan dengan wilayah Kecamatan Ngoro,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Selain itu, lanjut Rinaldi, jalan Desa Tawangsari Kecamatan Trowulan yang masih ada 200 meter karena warga menolak juga akan dicor. Ini sesuai dengan visi dan misi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam pemerataan infrastruktur hingga ke desa-desa di 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
“Sesuai visi misi itu, kita harus membangun secara merata di setiap kecamatan. Minimal ada satu jalan poros yang kita perlebar dan kita beton. Peningkatan jalan dan jembatan tahun depan diprioritaskan terutama akses yang dapat membangkitkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Menurutnya, jika empat tahun lalu yang banyak rusak di empat kecamatan di utara sungai. Namun saat ini, kerusakan jalan justru banyak terjadi di selatan sungai. Panjang jalan di Kabupaten Mojokerto yakni 1.082 Kilometer dan kurang lebih dari 900 kilometer sekitar 82 persen sudah dalam kondisi bagus.
“Sisanya sekitar 133 kilometer itu yang belum bagus, masih ada PR namun kita tetap optimis kalau infrastruktur jalan di Kabupaten Mojokerto termasuk yang terdepan di Jawa Timur. Karena Kabupaten Mojokerto memilih untuk memperlebar jalan dan membangun jalan belon daripada tambal sulam,” jelasnya.
Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, lanjutnya, berupaya melakukan peningkatan dan perawatan ruas jalan secara masif di seluruh wilayah. [tin/ted]






