Surabaya (beritajatim.com) – Kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres memang menyisakan banyak tanda tanya. Awalnya, polisi menduga jika para korban meninggal karena kelaparan. Sebab, hasil otopsi menunjukkan perut yang kosong.
Tetapi baru – baru ini muncul spekulasi bahwa keluarga ini memiliki keyakinan sekte Apokaliptik. Lantas, apa itu Apokaliptik?
Berdasarkan data yang dilansir dari beberapa sumber, hal itu merupakan keyakinan seseorang atau sekelompok orang untuk menghadapi kehancuran dunia atau hari kiamat.
Apokaliptik merupakan aliran yang percaya akan datangnya penghakiman Tuhan karena dunia ini sudah rusak dan akan digantikan oleh dunia baru. Dalam dunia baru itu yang baik akan diberkati kebaikan, sedangkan yang jahat akan dihukum.
Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Eliasta Meliala menjelaskan jika kejadian ini memiliki kemiripan dengan kematian massal atau sesajian massal di pinggir laut, dan disapu oleh ombak semua pengikut sekte People Temple pimpinan Jim Jones di Guyana, Amerika Selatan, pada 1978.
[berita-terkait number=”5″ tag=”surabaya”]
Selain itu, Adrianus juga memiliki keraguan jika penyebab kematian satu keluarga ini diduga mati karena kelaparan berdasarkan kerabat terdekat. Apalagi para korban berkecukupan secara materi. Ditemukan juga bahwasannya rumah tersebut menunggak bayar listrik.
Adrianus berpendapat jika hal itu merupakan konsepsi ‘silih’, yakni membuat diri menderita demi suatu kenikmatan di kemudian hari. Seperti menunggak listrik bisa menjadi bagian dari persiapan untuk berangkat.
Kriminolog lainnya, Thomas Sunaryo juga berpendapat jika aliran ini membuat pengikutnya percaya bahwa waktu sudah mendekati kiamat dan lebih baik mereka mati lebih dulu.
Analisa lain menyangkut pada altruistic suicide merupakan sebuah keyakinan yang kuat dalam suatu kelompok seperti dalam dunia militer.
Thomas mencontohkan seperti kejadian di Bali, yakni perang puputan. Mereka memilih bunuh diri dengan racun daripada tertangkap Belanda. Dugaan lain yakni egoistic suicide atau bunuh diri untuk menghukum orang lain, misalnya orang patah hati.
Keluarga meninggal di dalam sebuah rumah di Citra Garden 1 ini sudah diidentifikasi atas nama Rudyanto Gunawan (71) dan Margaretha Gunawan (68). Lalu, anak dari keduanya yakni Dian (40) serta Budyanto Gunawan (69), ipar Rudyanto. Mereka ditemukan mengering dan polisi menyebutkan jika tidak ada tanda kekerasan pada 4 orang tersebut. (frs/nap)






