Gresik (beritajatim.com)– Kendati disebut daerah industri. Namun, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 8 persen. Untuk menekan laju pengangguran terbuka itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat gencar membuka pelatihan.
Kepala Disnaker Gresik Andhy Hendro Wijaya menuturkan, keberadaan pelatihan tersebut diperuntukkan bagi warga yang ber-KTP Gresik. Pasalnya, pelatihan ini gratis dan diberi sertifikat serta magang ke perusahaan.
“Kami membuka pelatihan bahasa jepang. Ada 20 orang lulusan SMA/SMK hingga sarjana. Dari total 267 yang mendaftar. Mereka akan menjalani pelatihan, magang dan sertifikasi hingga 21 Desember mendatang,” tuturnya, Selasa (15/11/2022).
Andhy menjelaskan alasan memilih bahasa jepang. Peluangnya cukup besar. Sebab, di Gresik banyak sekali industri asal negara Jepang yang harus diserap tenaga lokal.
Ia menambahkan, pelatihan semacam ini dilakukan selama satu bulan dengan menggandeng tenaga ahli.
“Peminatnya cukup banyak. Terbukti dari 267 orang yang mendaftar yang diterima hanya 20 orang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Peningkatan Peoduktivitas Disnaker Gresik, Dyah Prasasti Saptorini mengatakan, pelatihan ini menyasar mereka yang berstatus pencari kerja. Dari pelatihan ini mereka juga akan mendapatkan sertifikasi yang nantinya langsung bisa digunakan untuk melamar kerja.
“Pemilihan bahasa jepang karena ada program pemagangan di Jepang, program calon pekerja migran indonesia (PMI), hingga peluang bekerja di perusahaan jepang yang ada di Gresik. Ini karena perusahaan penanaman modal asing (PMA) Jepang banyak sekali, jika memiliki soft skill bahasa jepang kan menjadi nilai tambah,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Masih menurut Dyah, peserta yang mengikuti pelatihan ini tidak dilepas begitu saja. Disnaker Gresik juga memfasilitasi peserta untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang diikuti.
“Selain bahasa jepang, tahun 2022 ada 10 pelatihan. Sementara tahun depan program pelatihan ini ada 12 kali dengan total 240 kuota. Ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Syaratnya harus ber-KTP Gresik,” tutupnya. (dny/ted)






