Blitar (beritajatim.com) – Satu pasien terakhir gagal ginjal akut yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang kini telah diperbolehkan pulang. Pasien yang berusia 2 tahun asal kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar itu sejak tanggal 10 November 2022 lalu telah diizinkan pulang tim dokter.
Terus membaiknya kondisi pasien menjadi pertimbangan tim dokter memperbolehkan sang anak untuk pulang ke Blitar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, dengan pulangnya satu pasien tersebut, maka total sudah 3 anak gagal akut di Blitar yang menjalani rawat jalan.
“Ya satu pasien dari Wonotirto itu udah diizinkan pulang dari RS Saiful Anwar Malang tanggal 10 lalu dan kini menjalani perawatan jalan,” kata Christine Indrawati, Kapala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Jumat (12/11/2022)
Sebelumnya balita berusia 2 tahun asal kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Saiful Anwar Malang selama lebih dari 1 bulan karena penyakit gagal ginjal akut yang dideritanya. Menurut tim dokter sejak kecil anak tersebut sering mengkonsumsi obat, hal itu terpaksa dilakukannya karena ia mengalami kelainan syaraf.
Kini setelah melewati masa kritis, anak berusia 2 tahun itu telah diizinkan pulang ke rumahnya di kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Meski demikian anak tersebut masih diwajibkan untuk menjalani terapi setiap pekan.
“Alhamdulillah ya, adiknya kondisinya udah membaik tapi ya setiap minggu harus periksa ke rumah sakit Saiful Anwar Malang” imbuhnya.

Anak asal kecamatan Wonotirto itu menjadi pasien gagal ginjal akut terakhir yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Total 3 pasien gagal ginjal akut yang sebelumnya di rawat di RSSA Malang kini semua telah menjalani rawat jalan.
Sementara 1 satu pasien gagal ginjal akut lainnya yang berasal kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar telah meninggal dunia. Kabar membaiknya 3 pasien gagal ginjal akut itupun menjadi kabar gembira bagi dinas kesehatan dan warga kabupaten Blitar.
“Kita bersyukur ya mas 3 pasien udah pulang semua meski harus menjalani rawat jalan tapi semoga cepat sembuh semua” kata Christine Indrawati.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gagal-ginjal-akut”]
3 pasien yang diizinkan pulang tersebut berasal dari kecamatan Kesamben, Wonotirto,serta Kanigoro. Khusus untuk pasien dari kecamatan Kesamben, ia diwajibkan menjalani cuci darah setiap 1 pekan sekali. Sementara untuk 2 pasien lainnya hanya menjalani perawatan jalan berupa terapi.
Dengan pulangnya pasien asal kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar itu, maka seluruh pasien gagal ginjal akut di Provinsi Jawa Timur kini tidak lagi ada yang dirawat di rumah sakit. Total ada 29 Kasus gagal ginjal akut di Jawa Timur dengan rincian 18 orang meninggal dan 11 lainnya telah dinyatakan sembuh. [owi/but]






