Ngawi (beritajatim.com) – Gadis 18 tahun asal Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sarah Dea Salsabila Firdaus sempat dilaporkan hilang akhirnya pulang pada Kamis kemarin. Pihak keluarga berencana memeriksaan Sarah ke psikolog lantaran kondisi kejiwaannya dinilai belum stabil.
Ayah Sarah, Zainal Mualifin (45), membenarkan putrinya sudah pulang. Menurut dia, Sarah pulang diantar ojek.
Ketika ditanya, Sarah malah langsung marah dan enggan menjawab. Pihak keluarga masih belum bisa bertanya alasan Sarat pamit pergi untuk menenangkan diri.
“Ditanya masih gampang marah, kami belum bisa tanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat dia semarah itu. Juga masalah yang mungkin dihadapinya, apalagi pamitnya menenangkan diri, kondisinya bagaimana pada saat itu juga masih belum tahu kami ini,” kata Zainal pada beritajatim.com, Jumat (11/11/2022)
Dia mengungkapkan keluarga berencana mengajak Sarah ke psikolog. Itu merupakan ide yang dilontarkan oleh paman Sarah setelah melihat kondisi fisik gadis itu sehat namun menjadi tertutup.
“Pakpuhnya (bapak sepuh/paman) mau mengajak ke psikiater atau psikolog. Tentu kami khawatir meski kembali dalam keadaan sehat dan tidak ada luka, tapi anak kami masih suka marah-marah ketika ditanya beberapa hal,” kata Zainal.
Dia berterima kasih pada semua pihak yang sudah membantu mencari Sarah. Jika memang ada orang yang menjaga Sarah saat gadis itu pamit pergi, dia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya, juga pada orang-orang yang membantu dengan doa.
Sebelumnya diberitakan, Sarah dilaporkan hilang usai pamit healing karena di-bully tetangga. Perangkat desa setempat melaporkan hilangnya Sarah kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Magetan, Rabu (9/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”gadis-ngawi-hilang”]
Gadis pelajar itu terakhir kontak dengan orangtuanya pada Jumat, 21 Oktober 2022. Awalnya, Sarah pamit sekolah di salah satu SMA negeri di Magetan.
Kemudian pukul 15.00 WIB, bukannya pulang, dia justru mengirimkan pesan pada orang tuanya bahwa dia ingin pergi dan hendak healing atau berwisata karena dia merasa dibully oleh tetangga.
Dalam pesan itu dia meminta orangtuanya tidak khawatir. Sarah berjanji akan pulang.
Tetapi hingga 19 hari kemudian, dia tak kunjung pulang. Hingga perangkat desa setempat melaporkan kejadian itu ke Polres Magetan.
Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo membenarkan perihal laporan itu. Ada perangkat desa Kendal atas nama Zainal Mualifin yang melaporkan bahwa Sarah Dea Salsabila Firdaus telah hilang. Dia tidak pulang sejak 21 Oktober 2022. [fiq/beq]






