Ponorogo (beritajatim.com) – Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh 10 November hari ini. Peringatan hari pahlawan nasional yang unik dilakukan SMK PGRI 1 Ponorogo, Jawa Timur.
Selain menggelar upacara, para siswa dan pengajar SMK PGRI 1 Ponorogo mengenakan pakaian adat maupun pejuang. Bahkan, ada yang mengenakan seragam khas prajurit keraton.
“Tidak hanya pakaian adat dan pakaian pejuang, ada juga siswa yang berseragam prajurit keraton,” kata Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo, Djemito, Kamis (10/11/2022).
Selain peserta mengenakan pakaian yang tidak seperti biasanya, dalam peringatan upacara itu juga ada yang unik lagi. Selama pelaksanaan upacara digunakan Bahasa Jawa, mulai dari aba-aba hingga sambutan pembina upacara menggunakan bahasa Jawa.
“Kecuali tadi membacakan teks Pancasila, tetap menggunakan Bahasa Indonesia,” katanya.
Djemito menyebut sengaja melakukan peringatan Hari Pahlawan dengan menggunakan pakaian adat. Sebab dia ingin mempertahankan dan mengenalkan kepada generasi muda, bahwa Indonesia kaya akan pakaian adatnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ponorogo”]
Selain itu juga mempertahankan dan mengajarkan penggunaan bahasa Jawa. Salah satunya digunakan dalam upacara peringatan hari pahlawan nasional ini.
“Kalau orang bijak bilang, wong Jowo ojo ilang jawane (orang Jawa jangan hilang Jawanya),” katanya.
Di era modern saat ini, memang sangat penting untuk mempertahankan budaya Jawa, terlebih bahasanya. Dengan usaha yang dilakukan ini, Dia berharap para generasi muda mampu untuk menjaga bahasa Jawa agar tidak terancam punah.
“Bahasa Jawa terutama kromo inggil jangan sampai punah. Generasi muda harus melestarikannya,” pungkasnya. [end/beq]








