Ponorogo (beritajatim.com) – Tebing setinggi 20 meter mengalami longsor di Kabupaten Ponorogo, tepatnya di lingkungan Trungo, Dusun Krajan Desa Gondowido Kecamatan Ngebel.
Material tanah longsor yang terjadi pada hari Minggu (28/1) sore itu, menimpa 2 rumah bagian belakang rumah warga setempat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil mencapai puluhan juta. Sebab, ada 2 rumah yang terdampak dari bencana tanah longsor tersebut.
“Kejadian bencana tanah longsor ini, terjadi pada hari Minggu (28/1) sore jelang magrib. Kebetulan di lokasi terjadi hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Selasa (30/01/2024).
Dua rumah yang terdampak bencana tanah longsor itu milik Suwandi dan Gunawan. Material longsor berupa tanah dan batu itu, berasal dari tebing setinggi 20 meter dan lebar longsoran mencapai 8 meter yang berada di belakang rumah mereka.
Petugas dari BPBD Ponorogo dan warga pun terpaksa merobohkan bangunan di bagian belakang rumah yeng terkena material longsoran, sebab keadaannya membahayakan.
“Pembersihan material longsor yang dilakukan warga dan petugas BPBD Ponorogo pun hari ini masih dilakukan,” katanya.
Hasil kajian dari BPBD Ponorogo, menunjukkan potensi longsor susulan masih ada. Tidak hanya mengancam lagi 2 rumah warga tersebut, namun juga 2 rumah yang berada di kanan kiri rumah yang terkena longsor tersebut.
Masun menyebut bahwa pihaknya memberikan bantuan logistik, berupa family kit, sembako, peralatan mandi, alas tidur dan alat masak. Selain itu, petugas BPBD Ponorogo juga memasang terpal di tebing yang longsor tersebut.
Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi longsor lagi, saat hujan terpal itu bisa mengalirkan air ke bawah, tidak masuk dalam tanah yang longsor itu.
“Kita juga memberikan bantuan logistik, termasuk Family kit, sembako, perlengkapan mandi, alat tidur, alat masak, dan terpal,” pungkas Masun. (end/ian)






