Lamongan (beritajatim.com) – Klinik Mata KMU Lamongan bersama Dinas Kesehatan Lamongan, menggelar pemeriksaan gula darah dan tensi secara acak bagi pengunjung Rumah Makan (RM) Asih Jaya Lamongan, tak terkecuali para insan pers, Rabu (9/11/2022). Kegiatan digelar dalam mendukung pencegahan diabetes di masyarakat Lamongan, utamanya Diabetes Mellitus.
Diketahui, pemeriksaan itu digelar sebagai rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November 2022.
Menurut Penanggung Jawab Klinik Mata KMU Lamongan dr. Irma Suryani, SpM, diabetes adalah penyakit yang banyak diderita masyarakat. Selain itu, diabetes juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang menurunkan produktivitas. Tak hanya orang tua, bahkan sudah menyasar anak muda.
“Salah satu komplikasi atau gangguan kesehatan yang dialami penderita diabetes adalah gangguan penglihatan yang disebut sebagai Retinopati Diabetik, yakni gangguan penglihatan pada syaraf mata atau retina yang bisa menyebabkan kebutaan,” ujar dr. Irma, Rabu (9/11/2022).
Berdasarkan data yang masuk di Klinik Mata KMU Lamongan, Ruko Permata No. Kav. 34, Sidokumpul, Lamongan, mulai dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2022 ini, pihaknya menyebut, tercatat sudah ada ratusan pasien yang mengalami gangguan pada retina.
“Tepatnya ada 192 pasien di KMU Lamongan yang menderita Retinopati Diabetik yang terjadi karena Diabetes Mellitus yang diderita, dan Retinopati ini masuk dalam 10 besar keluhan tertinggi di KMU Lamongan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Mata ini menjelaskan, rata-rata pasien yang mengalami gangguan penglihatan karena diabetes ini berusia 54 tahun. Bahkan penderita Retinopati Diabetik ini sudah menyasar pada usia muda.
“Beberapa gejala pasien diabetes yang menderita gangguan penglihatan ini seperti penglihatannya yang menurun secara bertahap, adanya floaters (noda hitam melayang pada penglihatan), penglihatan berbayang. Juga ada beberapa gangguan mata lain yang berisiko untuk penderita diabetes seperti glaukoma, katarak, hingga perubahan ukuran kacamata,” paparnya.
Oleh karenanya, pencegahan gangguan penglihatan ini sepatutnya bisa dilakukan sejak usia muda, utamanya bagi orang-orang yang menderita diabetes atau dengan riwayat keluarga diabetes.

“Pasien kami ada yang usianya 27 tahun tapi sudah menderita gangguan penglihatan ini. Semakin cepat atau dini penanganannya, maka semakin menurunkan risiko kebutaan akibat Retinopati Diabetik ini sendiri. Pemeriksaan mata rutin pada anak muda, apalagi dengan keluarga riwayat diabetes ini sangat penting,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Indra Tsani mengungkapkan, diabetes merupakan penyakit metabolis yang terbilang parah dan dapat berpengaruh pada kondisi kolestrol.
Mengenai starategi yang dilakukan dalam menanggulangi diabetes, tutur Indra, meliputi dengan menggencarkan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), penguatan Posbindu, Penguatan PIS-PK, dan SPM.

Dikatakan Indra, pentingnya untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran. Selain itu, penderita diabetes dianjurkan untuk terus menjaga kebersihan tangan, menjaga kesehatan saluran nafas, jaga jarak dan tidak melakukan perjalanan sembarangan.
“Intinya, gula darah harus tetap terjaga, ditekan di bawah 140. Rutin memantau gula darah, kendali glikemik yang baik, nutrisi cukup, stabilkan kalau ada penyakit jantung koroner dan ginjal kronis, terus latihan fisik dan isolasi diri,” bebernya.

Masih kata Indra, sesuai data dari Dinkes Lamongan, setidaknya ada 1.936 ribu orang penderita katarak di Lamongan. Sedangkan yang menderita diabetic retinopati ada 22.580 orang di tahun 2021 dan 21.633 orang di tahun 2020.
“Se-Jatim, Lamongan berada diurutan 10 besar penderita diabetic retinopati. Sedangkan rata-rata usia penderita diabetes di Kabupaten Lamongan antara umur 55 sampai 59 tahun,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Sementara itu, salah satu pasien di Klinik Mata KMU Lamongan, Aulia Vernanda (20) mengaku, dirinya sengaja melakukan pemeriksaan secara rutin demi menjaga kesehatan matanya sejak dini. Pasalnya, ia juga memiliki riwayat keluarga dengan keluhan mata.
“Rutin periksa mata kurang lebih 1 tahun sekali, apalagi dengan keluarga yang ada riwayat diabetes hingga hipertensi, saya rasa hal ini bisa untuk pencegahan dini,” aku perempuan asal Kecamatan Glagah, Lamongan itu. [riq/but]






