Surabaya (beritajatim.com) – Erike Putri Meysa merupakan mahasiswa asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang sudah berkiprah di tingkat Jawa Timur. Salah satunya pada tahun 2021 dia berhasil menjadi finalis Duta Pariwisata Jatim. Mahasiswa asal Mojokerto itu membagikan tips dan ceritanya saat proses menjalani seleksi finalis Duta Pariwisata Jatim.
Erike, sapaannya, mengaku insecure saat awal mendaftar. Namun dia memberanikan diri untuk mencoba meski belum ada pengalaman sama sekali.
“Penting semangat dulu, belajar dengan sungguh-sungguh dan Alhamdulillah banyak dukungan dari teman di sekitar. Saya baru pertama ikut pemilihan duta, dan langsung jadi finalis tingkat Jawa Timur,” terangnya di acara editorial Talk beritajatim.com pada Selasa (08/11/2022).
Mahasiswa dari UTM itu lalu membagikan tips untuk mengatasi rasa Insecure saat mencoba hal baru. Pertama, terus belajar, dan pantang menyerah. Kedua, jangan terlalu melihat orang lain, semakin melihat orang lain, membuat kita semakin kecil.
“Jadi fokus sama diri sendiri, gak kepo sama orang lain. Ketiga, jangan lupa belajar dari teman di sekitar karena masukan itu penting. Namun kuncinya fokus belajar sesuai porsi diri sendiri, percaya diri,” imbuh Erike sembari tersenyum.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UTM”]
Disinggung soal persyaratan menjadi duta pariwisata, baginya, duta bukan good looking saja, selain itu juga penting punya wawasan yang luas dan good attitude. Baik dalam berinteraksi dengan orang, termasuk baik dalam public speaking.
Selama menjadi duta, dia merasa sangat beruntung. Dia mengaku banyak mendapat tambahan wawasan, relasi, kegiatan, dan belajar sikap kekeluargaan. “Saya juga beruntung karena bisa lebih dikenal, dan sering mendapat job lain tambahan. Misal jadi model, lumayan buat nambah Curriculum Vitae,” paparnya.
Erike kemudian membagi tips agar percaya diri tampil di depan umum. Pertama, kata dia harus percaya pada kemampuan diri sendiri. Kedua, belajar yang bisa dilakukan dengan mencari teman untuk diajak bicara atau bisa ngomong dengan diri sendiri di depan kaca menggunakan bahasa yang formal. “Ketiga, yang terpenting terakhir itu sopan saat berada di depan umum,” katanya.
Pada akhir editorial talk, dia menceritakan kegigihan untuk mendapat restu orang tua saat proses pemilihan duta. “Fase saat ini sebenarnya cukup berat untuk mendapat restu orang tua. Tapi syukurnya bisa direstui, sampai saat ini orang tua sudah bangga,” tutupnya. (dan/kun)






