Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Tabri S Munir menilai program Madrasah Memanggil sebagai langkah strategis mendorong partisipasi multi stakeholder dalam menjaga aset bangsa.
Program yang digagas Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur, melibatkan sejumlah lembaga, organisasi maupun instansi di Pamekasan. Di antaranya PWI, Kadin, Polres, serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.
“Program Madrasah Memanggil ini merupakan program pentahelix yang menjadi salah satu program prioritas PWI Pamekasan, khususnya pada masa kepengurusan saat ini,” kata Tabri S Munir, Minggu (6/11/2022). Bahkan pria yang akrab disapa Tabri, juga menilai program Madrasah Memanggil sebagai upaya konkrit melibatkan sejumlah instansi untuk bersama-sama menjaga aset berharga bangsa, yakni lembaga pendidikan keagamaan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pwi-pamekasan”]
“Jadi kami memandang program ini sebagai langkah strategis dalam upaya mendorong partisipasi multi stakholder dalam menjaga aset bangsa, dan mengelola dengan baik bonus demografi,” ungkapnya.
Pada periode kali ini, organisasi profesi tersebut memang lebih konsentrasi pada program pentahelix. “Kami memandang sebagai tingkat pengangguran yang terus naik setiap tahunnya, butuh kepedulian semua pihak. Baik dari kami, PWI maupun dari stakeholder lainnya,” jelasnya.
Seperti diketahui, program Madrasah Memanggil yang digagas PGMNI Jatim, dijadwalkan launching di Hotel Cahaya Berlian, Jl Trunojoyo Pamekasan, Senin (7/11/2022) mendatang. [pin/suf]






