Mojokerto (beritajatim.com) – Pengendara sepeda motor tewas di Jalan Raya Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (5/11/2022) sekira pukul 01.00 WIB. Korban tewas setelah adu moncong dengan kendaraan dump truk saat mendahului kendaraan roda empat.
Korban diketahui atas nama Alvin Ilham Prayuda (19) warga Dusun Jatisari, RT 03 RW 06, Desa Psanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Yamaha N max nopol S 3742 NAF dari arah selatan ke utara atau dari Pacet ke Mojosari.
Korban yang berboncengan dengan Mohammad Rifki Nardians (18) warga Wonodadi, RT 03 RW 06, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto hendak mendahului kendaraan roda empat yang tak diketahui nomor kendaraannya yang ada di depannya. Korban mendahului dari sisi kanan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Naas, saat mendahului kendaraan roda empat yang tak diketahui nomor kendarannya tersebut datang dari arah berlawanan kendaraan dump truk nopol S 7701 UP yang dikemudikan Khoirul Anwar (28) warga Dusun Jolopeto, RT 01 RW 04, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Diduga karena jarak yang terlalu dekat, kendaraan dump truk dan sepeda motor yang dikemudikan korban terlibat adu moncong. Akibat kejadian tersebut, korban pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian, sementara penumpang sepeda motor mengalami luka berat.
Petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dibantu sejumlah relawan, korban tewas dan korban luka berat dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu-lintas tersebut diamankan petugas Unit Laka ke Kantor Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto untuk diproses lebih lanjut. Sementara, sopir kendaraan dump truk juga turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Iptu J Wihandoko mengatakan, kecelakaan lalu-lintas dengan korban jiwa tersebut terjadi diduga karena faktor manusia. “Pengendara sepeda motor ketika berjalan kurang hati-hati dan kurang bisa mengatisipasi arus lalu lintas yang ada di depan dan sekitarnya,” ungkapnya. [tin/kun]






