Surabaya (beritajatim.com) – Dua pejabat polisi Korea Selatan dicopot karena dianggap bertanggung jawab atas tragedi perayaan Halloween di distrik Itaewon, Seoul, pada Sabtu 29 November lalu.
Tragedi Halloween maut di Itaewon ini menewaskan 153 orang dan dalam kejadian ini keberadaan polisi dipertanyakan.
Pasalnya, seperti yang diketahui jika pada Sabtu lalu, warga membanjiri distrik klub malam Itaewon untuk menikmati perayaan Halloween.
Diinformasikan dari Korea Herald atas kejadian ini, Badan Kepolisian Korea Selatan mencopot Inspektur Senior Kepolisian Metropolitan Seoul Ryu Min Jin yang bertugas memantau situasi di Itaewon. Namun, ia dinilai tidak mengambil tindakan cepat saat menerima 11 panggilan darurat terkait tragedi Itaewon.
Sehari sebelumnya, polisi dari Negeri Ginseng ini juga mencopot kepala polisi sektor Yongsan Lee Im Je karena alasan serupa. Namun kedua pejabat polisi tersebut masih tetap menyandang gelar perwira.
[berita-terkait number=”5″ tag=”korea”]
Usai melakukan pencopotan ini, polisi akan meminta penyelidikan resmi terhadap petugas lain yang lalai saat bertugas di kawasan Itaewon.
“Pejabat – pejabat terkait akan mengambil tanggung jawab yang sesuai bergantung hasil penyelidikan, kata salah satu pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan, Kim Sung Ho,” dikutip dari Korea Herald.
Kantor kepresidenan Korea Selatan juga menyatakan akan mengambil tindakan lebih lanjut jika masih ada keraguan.
“Polisi tengah menyelidiki masalah ini dengan tekad khusus mengungkap kelemahan mereka,” ucap staf kepresidenan Korsel.
Salah satu staf kepresidenan Korea Selatan juga mengatakan masyarakat khawatir polisi mungkin tak cukup sigap merespons kasus ini, sebab butuh waktu lama bagi polisi untuk mengetahui situasi.
Divisi investigasi khusus, yang berada di bawah kepolisian, akan menyelidiki respons polisi saat insiden terjadi. Mereka juga akan fokus apakah pelajar memenuhi tanggung jawab mereka.
Tidak hanya itu, pemerintah berjanji akan memperketat manajemen keamanan, demikian menurut Perdana Menteri Korsel Han Duck Soo.
Meskipun sudah ada dua polisi dipecat, para pengamat menilai rantai komando di instansi polisi dan sistem secara keseluruhan memperburuk tragedy Itaewon.
Kritik juga muncul ketika penyelidikan polisi terkait tragedy mematikan sejak 2014 ini masih berlangsung. Pemerintahan Presiden Yoon Suk Yeol juga panen kecaman karena tidak memiliki manajemen risiko kerumunan besar. (frs/nap)






