Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor (Polres) Malang menggelar survei persiapan autopsi atau ekshumasi dua korban Tragedi Kanjuruhan. Dua korban yang akan diautopsi atas nama Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13).
Kedua korban meninggal itu dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis mengatakan, survei sekaligus rapat koordinasi sudah dilakukan pada Senin (31/10/2022) kemarin.
“Kami melaksanakan survei lokasi makam di Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Wajak. Sudah kita cek kondisi makam, cek kondisi sekitar TPU, jalan sekitar dan cek ketersedian instalasi air bersih,” ungkap Kholis, Selasa (1/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Tragedi-Kanjuruhan”]
Kholis menjelaskan, koordinasi persiapan ekshumasi dipimpin oleh Waka Polres. Hasilnya, akan dilakukan penyediaan tenda autopsi dengan ukuran 8×16 meter, termasuk penyiapan personel selama proses autopsi.
“Kami dari Polres Malang persiapkan diri untuk sediakan seluruh sarana mendukung kegiatan autopsi dan pelayanan ke keluarga korban,” tutur Kholis.
Rencana autopsi korban Tragedi Kanjuruhan akan dilaksanakan hari Sabtu, 5 November 2022. [yog/beq]








