Surabaya (beritajatim.com) – Kalian mungkin sudah sering mendengar istilah manipulatif. Dimiliki oleh beberapa orang, sifat manipulatif ini merupakan sebuah cara menyerang mental dan emosi orang lain untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Seseorang yang manipulatif biasanya akan lepas tangan atas hal yang mereka perbuat.
Terang – terangan berbohong, atau mungkin membesar – besarkan sesuatu agar citra diri mereka lebih positif di mata orang lain. Selain bertujuan untuk menyerang dan menyesatkan secara emosional, manipulasi terkadang juga dilakukan untuk tujuan lain seperti materi.
Manipulasi sering terjadi dalam sebuah hubungan dalam bentuk apapun itu. Entah hubungan percintaan, hubungan keluarga, serta hubungan bisnis atau pekerjaan. Meski begitu, tidak semua orang manipulatif adalah orang yang jahat, terkadang mereka juga tak menyadari jika telah melakukan manipulasi terhadap partnernya.
Berjuang untuk mencapai keinginan pribadi sebenarnya merupakan perilaku dasar manusia, yang mana setiap orang pasti pernah melakukannya.
Beberapa buku mengatakan bahwa sikap manipulatif dapat diidentifikasi melalui bahasa tubuh seseorang, contohnya seperti orang yang berbohong cenderung lebih sering melihat ke arah kiri atau sering menggaruk hidung. Hal itu benar adanya lantaran seseorang yang sedang melakukan manipulasi akan mempengaruhi gerak – geriknya.
Agar kalian lebih waspada dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan seseorang, berikut ini adalah 5 bahasa tubuh seseorang ketika sedang memanipulasi kalian.
1. Mengetuk kaki
Ketika seseorang mengetukkan kakinya berkali – kali, bisa menjadi tanda bahwa ia merasa terganggu atau tidak sabar akan sesuatu. Gerakan mengetuk kaki atau memainkan bolpoin secara berulang kali merupakan cara untuk menyampaikan emosinya dan membuat korban merasa bersalah. Selain itu, kegiatan tersebut juga bisa membuat korban merasa tergesa – gesa memutuskan sesuatu yang menguntungkan seorang manipulator.
2. Menggaruk dagu
Ketika seseorang menggaruk dagu ketika sedang berbicara, mereka berusaha menunjukkan ketidak pastian atau bisa jadi kepercayaan diri yang rendah. Ini merupakan taktik untuk membuat lawan bicaranya menyerah. Seperti saat kalian ingin melakukan sesuatu dengan rekan kalian, lalu ketika tiba pada suatu pekerjaan dan kalian merundingkannya, rekan kalian bersikap seolah ia ingin kalian yang melakukan pekerjaan tersebut. Salah satu bahasa tubuh yang ia tunjukkan adalah dengan terus menggaruk dagunya.
3. Menggosok tangan dan leher
Gerakan sederhana akan banyak kalian saksikan ketika sedang menonton film yang memiliki penjahat manipulatif di dalamnya. Alih – alih memiliki tawa bak “evil”, penjahat – penjahat tersebut justru akan sering menggosok kedua tangannya, atau mungkin lehernya untuk menunjukkan bentuk dominasi, tidak sabaran, dan perasaan tidak senang atau terganggu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
4. Kontak mata dan intensitas kedipan mata
Kebanyakan orang berpikir bahwa ketika berbicara dengan menatap mata lawan bicara artinya ia mengatakan hal yang jujur. Sebaliknya, ia akan menghindari kontak mata ketika berbohong. Fakranya, seorang manipulator atau pembohong akan menatap korbannya secara intens untuk melihat apakah korban sudah terjatuh oleh permainan mereka.
Selain itu, kalian juga bisa melihat dari berapa kali mereka mengedipkan mata. Kedipan mata bisa menjadi penentu keadaan seseorang, saat jumlah meningkat, bisa jaid pertanda bahwa adrenalinnya sedang terpacu, stress atau merasa ketakutan.
5. Menggeser posisi tubuh terus – menerus
Apabila kalian merasa jika lawan bicara kalian tengah berusaha untuk mengontrol kalian, maka cobalah untuk memperhatikan seberapa sering ia mengubah posisinya. Karena hal itu bisa menjadi pertanda bahwa pelaku sedang berusaha meyakinkan kalian jika mereka merasa tidak nyaman.
Tak banyak yang menyadari bahwa pikiran seseorang memiliki sensor jika orang lain sedang mengalami ketidaknyamanan, sehingga ia pun merasa bertanggung jawab dan ingin menghibur. Sehingga kalian pun akan lebih percaya dengan semua kata – kata yang diucapkan.
Jika lawan bicara menunjukkan 5 tanda tersebut, ada baiknya kalian mengontrol pikiran agar tidak termakan dengan buaian pelaku. Kalian harus memiliki pendirian yang kuat agar tidak mudah terbawa arus. Sekali lagi, hal ini harus kalian tanamkan dalam macam hubungan apapun itu, entah masalah percintaan ataupun pekerjaan. (mnd/ian)






