Surabaya (beritajatim.com) – Revolusi mental harus dimiliki setiap lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi tahun 2023. Khususnya bagi mereka para lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.
Saat menghadiri Wisuda ke-48 UM Surabaya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan revolusi mental agar dimiliki setiap lulusan perguruan tinggi.
“Sekarang adanya perubahan drastis komplek itu harus beradaptasi dengan cepat. Butuh kreativitas mampu merespons cepat dalam situasi baru dan itu harus dimiliki alumni UMS terjun di dunia kerja di dunia pengabdian pada masanya,” tutur Muhadjir Effendy di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (29/10/2022).
Menurutnya, lulusan ini nanti menjadi pemain inti dalam Indonesia emas. Sehingga, ia juga menekankan agar setiap lulusan perguruan tinggi bisa mengamplifikasi gerakan revolusi mental. “Ada tiga nilai Pancasila sesuai arahan presiden. Integritas bangsa anak muda yang harus pupuk, etos kerja pekerja keras dan semangat gotong royong,” urainya.
Sementara Rektor UM Surabaya Sukadiono mengungkapkan wisuda kali ini menjadi wisuda offline dengan jumlah terbesar yang diadakan. Kendati demikian, 1.456 wisudawan kali ini telah memiliki bekal softskill dan kemampuan untuk beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja.
“Beberapa wisudawan juga berhasil lulus dengan mempublikasikan karyanya ataupun penelitiannya di jurnal internasional ataupun nasional. Sehingga bisa dikonversi setara 6 sks skripsi,” ujarnya.
Ketentuan konversi ini menjadi salah satu langkah penerapan kampus merdeka. Bahkan sudah diterapkan selama empat tahun terakhir. “Harapannya akan lebih banyak mahasiswa yang bisa mempublikasikan penelitiannya kalau bisa meningkat 500 persen. Karena ini juga lebih mudah dibandingkan skripsi yang tahapannya banyak,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ums”]
Ia menambahkan, tantangan tersendiri saat ini, yakni menumbuhkan budaya untuk mempublikasikan penelitian di kalangan mahasiswa. Karena mereka lebih awam dengan proses skripsi.
“Makanya kami ada mata kuliah metodologi penelitian dan ada juga pameran karya dan inovasi mahasiswa sebagai motivasi dalam publikasi penelitiannya,” pungkasnya. [ipl/but]








