Probolinggo (beritajatim.com) – Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menjadi salah satu desa yang belum merasakan cahaya lampu. Desa ini memang belum teraliri listrik PLN.
Berangkat dari hal ini, PT Paiton Energi dan PT POMI mendirikan Program Rumah Belajar Energi dalam rangka menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk konservasi energi. Langkah ini dijalankan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas 7.000 Watt.
Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Widyanto mengatakan PLTMH ini tak hanya berfungsi sebagai penyedia tenaga listrik di Desa Plaosan saja. Tetapi juga berfungsi sebagai percontohan solusi energi baru terbarukan di Kabupaten Probolinggo.
“Tentunya Perusahaan berharap PLTMH ini dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di desa terpencil, sekaligus sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Kami juga berharap program ini tetap berlanjut dan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan terus menyebarkan ilmu terkait pemanfaatan sumber daya air menjadi energi listrik,” kata Bayu, ditulis Kamis (27/10/2022).
Sementara itu, Head of External Relations PT Paiton Energy, Bambang Jiwantoro mengatakan saat ini pemanfaatan PLTMH dikelola oleh Kelompok PLTMH dengan anggota 14 Kepala Keluarga (KK) agar kelangsungan bisa terjaga dan peran serta masyarakat tetap terwujud.
“Bagi daerah terpencil, kehadiran energi terbarukan seperti PLTMH sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan sekitarnya,” kata Bambang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Probolinggo”]
Human Resources Manager POMI, Rochman Hidayat mengatakan, manfaat yang dirasakan dengan adanya program Rumah Belajar Energi di Desa Plaosan merupakan listrik yang dihasilkan lebih stabil. Daerah dengan akses terbatas kini sudah teraliri dengan listrik dari pembangunan PLTMH.
“Fasilitas PLTMH Desa Plaosan memiliki kapasitas sebesar kurang lebih 7000 watt yang dibagi untuk 14 KK dengan total daya per KK sebesar kurang lebih 500 watt,” kata Rochman.
Di samping itu, Shinhan, Ketua Pengelola PLTMH Desa Plaosan mengatakan, program Rumah Belajar Energi di Desa Plaosan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar serta menambah kesadaran masyarakat untuk penggunaan energi listrik.
“Program ini menjadi sarana edukasi masyarakat dalam menciptakan pelestarian lingkungan,” ujarnya. [tr/beq]






