Magetan (beritajatim.com) – Nasib pengrajin kulit Magetan usai gagal tayang di e-katalog tak lantas tamat. Mereka justru banjir pesanan kelas premium mencapai 90 persen meski kelas reguler tak naik signifikan.
Pengrajin memang kecewa dengan produk kulit asli Magetan yang tidak bisa tayang di e- katalog, Budi Ridarwan Eko Patrianto salah satu pelaku usaha kerajinan kulit merek dagang Praktis membenarkan jika produk kulit belum bisa tayang di e-katalog.
Namun, dia mengaku masih bersyukur karena pesanan untuk kerajinan kelas premium justru banyak dipesan banyak orang diluar Magetan.
“Alhamdulillah ya meski gak bisa masuk di e- katalog ada pesanan untuk produk kelas premium. Artinya produk produk di harga Rp500 ribu ke atas naik hingga 90 persen. Namun untuk produk kelas reguler yaitu produk seharga Rp200 ribu kebawah stagnan. Namun jika bisa masuk di e- katalog produk reguler ini justru bisa menolong kami. Sayangnya belum bisa naik ke e-katalog” kata Eko, Selasa (25/10/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”umkm-magetan”]
Namun dia mengaku pasrah, dia memilih lupakan soal itu dan fokus ke pesanan dulu. Saat ini dirinya kewalahan melayani pesanan untuk sepatu sepatu kulit kelas premium akibat banyak karyawan sebelumnya diputus hubungan kerja akibat pandemi covid-19
“Pekerja kami terlanjur di- PHK dan mendapat pekerjaan lain. Ya terpaksa kami melayani pesanan semampu kami, biasanya dalam sehari dengan karyawan yang ada bisa memproduksi 4 pasang saja,” jelasnya.
Dia mengaku banyak pesanan yang cancel akibat tidak dapat melayani. Biasanya pemesan seminggu jadi saat ini butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan pesanan. Pesanan di e-commerce banyak dicancel pembeli karena waktu panjang untuk produksi.
” Kami berharap iklim kerajinan kulit Magetan terus stabil di pasaran dan kami juga masih berharap kerajinan kulit bisa tayang di e- katalog sehingga bisa dikenal secara luas serta dapat mensejahterakan seluruh pengrajin kulit di Magetan,” pungkasnya. (fiq/ted).






