Pasuruan (beritajatim.com) – Guna tersalurkannya aspirasi kelompok rentan dan marginal, Konsorsium Penguatan Desa Tanggap Covid-19 (Konsorsium PDTC) gelar dialog masyarakat. Dalam dialog ini digerakkan oleh Ademos, Alterasi, ARM dan YISI.
Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Karangjati, Kuyatip, Perangkat Desa, BPD, Bidan Desa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Ademos dan YISI.
Sedangkan untuk ada pula perwakilan Konsorsium PDTC dan 30 perwakilan Kelompok Rentan dan Marginal dari lima dusun di Desa Karangjati. Ketua Yayasan Investasi Sosial Indonesia (YISI), Syukur Sugeng Apriwiyanto menyampaikan kelompok rentan dan marginal ini dari kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), disabilitas, lansia, fakir miskin, dan warga desa yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi COVID-19.
“Mereka ini orang-orang yang memiliki kerentanan ekonomi, kesehatan, dan terpinggirkan dalam politik kebijakan. Maka dari itu pada hari ini kami ajak untuk berdialog dengan Pak Kades, BPD dan Pemerintah Desa,” jelas Apri panggilan akrabnya.
Hal ini disambut dengan tangan terbuka oleh Kepala Desa Karangjati, Kuyatip. Kuyatip sangat senang telah memfasilitasi kegiatan kali ini.
“Kami senang sekali Ademos, YISI, Alterasi dan ARM yang telah memfasilitasi kegiatan pada hari ini,” ujar Kuyatip di hadapan peserta dialog.
Pemerintah Desa Karangjati, lanjut Kuyatip, akan melanjutkan program yang telah dijalankan Konsorsium PDTC dalam mengispsirasi ketangguhan desa dalam tiga aspek. Diantaranya yakni aspek ekonomi, kesehatan dan kesiap siagaan desa yang didukung SIAP SIAGA.
Kades juga berharap warga Desa Karangjati, FPRB dan tim kesehatan desa yang telah mendapatkan dukungan bantuan dari Konsorsium PDTC dan SIAP SIAGA agar memanfaatkannya dengan baik. Sehingga tidak menimbulkan isu dilain waktu.
“Jangan ada yang dijual, yang disimpan atau tidak dimanfaatkan. Jika ada permasalahan atau kebutuhan yang diperlukan, semisal sudah dapat kompor masih butuh tatakan tempat kompor atau kitchen set yang lain dapat disampaikan ke RT setempat agar diteruskan kepada Pemerintah Desa,” jelas Kuyatip.
Sementara itu, perwakilan Ademos yang juga sebagai manajer program, A Shodiqurrosyad berterima kasih kepada Kepala Desa Karangjati. Hal ini dikarenakan sudah bersedia dan penerimaannya terhadap Kelompok Rentan dan Marginal Desa.
“Kami kagum atas respon positif Pak Kades terhadap usulan yang disampaikan oleh warga membutuhkan. Dan saya sangat berterimakasih atas semua itu,” ujar Arsyad.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecamatan-pandaan”]
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Memperkuat Desa dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Pemulihan Dampak Covid-19 di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Pacitan. Program ini sendiri dijalankan Konsorsium PDTC yang digerakkan Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos), Yayasan Investasi Sosial Indonesia (YISI), Atmawidya Alterasi Indonesia (AAI), dan Association of Resiliency Movement (ARM), dapat terlaksana berkat dukungan dana hibah Pemerintah Australia kepada Indonesia yang dikelola SIAP SIAGA.
“Semoga yang kita lakukan bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mewujudkan mimpi kita semua untuk membentuk ketangguhan desa,” harap Arsyad mengakhiri kegiatan dialog tersebut. (ada/ted)






