Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Elsen Ronando mengembangkan inovasi digital di bidang layanan publik dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk peningkatan layanan publik.
Melalui Hibah Program Kemitraan Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek Tahun Anggaran 2022, Elsen bersama Dosen Teknik Mesin Untag Surabaya Mastuki, yang berkolaborasi dengan Dosen ITS Enny Indasyah, dan melibatkan satu mahasiswa berhasil membuat aplikasi layanan surat yang diterapkan di Desa Minggirsari, Kanigoro Kab. Blitar.
Elsen menjelaskan, aplikasi ini telah disosialisasikan dan dilatihkan kepada perangkat dan masyarakat Desa Minggirsari pada 7-9 Oktober 2022 lalu. Dan mulai 10 Oktober 2022 hingga kini, aplikasi yang dinamakan Sistem Pelayanan Bersurat Sedulur Minggirsari atau disingkat dengan SIMPEL BERSERI ini telah diterapkan untuk memudahkan masyarakat dalam proses permohonan surat.
Aplikasi ini juga didukung fitur pemantauan secara langsung terkait perkembangan proses pengurusan surat yang diajukan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memantau jika proses telah selesai untuk mengambil surat di kantor desa, terdapat keterangan atau status yang jelas seperti terjadinya penolakan jika terjadi penolakan permohonan surat.
SIMPEL BERSERI juga telah didukung dengan beberapa fitur lainnya. Upaya mendukung peningkatan desa cerdas dan mandiri, terdapat beberapa fungsional yang dapat digunakan selain untuk mengurus surat seperti informasi profil desa, TV Desa, Informasi Berita Desa, Informasi Wisata Desa, selain itu juga terdapat tombol Panic Button untuk peringatan kejadian tidak terduga, Pasar Desa, dan Statistik Desa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”untag”]
“Aplikasi SIMPEL BERSERI ini ditambahkan beberapa fitur tambahan agar masyarakat tidak hanya menggunakan aplikasi ini hanya untuk layanan surat, tetapi juga digunakan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti peningkatan ekonomi masyarakat melalui fitur pasar desa, peringatan dini masyarakat terhadap kejadian tidak terduga melalui fitur Panic Button, keterbukaan laporan statistik bagi masyarakat melalui fitur statistik desa, dan keterbukaan informasi desa melalui fitur wisata desa maupun berita desa,” papar Elsen, Jumat (21/10/2022). “Tentu saja pertimbangan penambahan fitur ini berdasarkan penelitian tim terkait aplikasi sejak tahun 2021,” imbuhnya.
Elsen mengaku, aplikasi ini dapat berjalan melalui platform website yang diperuntukkan bagi operator desa dan melalui platform android yang diperuntukkan bagi masyarakat desa.
“Aplikasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai kota maupun desa di Indonesia. Sehingga, memudahkan masyarakat dalam proses pengurusan layanan surat dan berdampak pada peningkatan layanan publik di Indonesia,” harapnya.
Elsen juga menyampaikan terima kasihnya kepada DRTPM Kemdikbud Ristek dan perangkat serta masyarakat Desa Minggirsari yang telah menerima inovasi yang diciptakan.
“Kami berterimakasih kepada DRTPM yang telah memberikan dana Program Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2022 dan Perangkat beserta Masyarakat Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Kami berharap aplikasi SIMPEL BERSERI ini memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan layanan publik di Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabpuaten Blitar,” tutupnya. (ipl/kun)






