Surabaya (beritajatim.com) – Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur mendukung langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menghapus pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar SD-SMP di Kota Pahlawan.
Ketua SAPMA PP Jatim, Arderio Hukom sepakat bahwa PR sebaiknya tidak membebani siswa atau mengganggu waktu berkembang mereka.
Tetapi, ia juga mengingatkan penghapusan PR bukan serta merta sebagai kabar gembira. Namun menjadi tanggung jawab bersama antara lingkungan tempat tinggal juga lingkungan bermain yang akan menjadi fondasi tumbuh kembang setiap anak SD dan SMP di Surabaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemuda-pancasila”]
“Meniadakan pekerjaan rumah bukan serta merta sebagai kabar gembira, namun ini menjadi tanggung jawab bersama yang akan menjadi fondasi tumbuh kembang anak,” kata Arderio di Surabaya, Jumat (21/10/2022).
Pembentukan karakter, lanjut Arderio, akan menentukan masa depan siswa SD dan SMP. Dia menyebut alangkah baiknya nafas-nafas pancasila tetap diberikan agar gotong-royong dan juga persatuan tetap tertanam mulai dari siswa SD dan SMP.
“Tugas kita bersama adalah bagaimana kita bisa tetap memberikan nafas-nafas pancasila agar nilai-nilai persatuan tetap tertanam sejak SD dan SMP,” kata alumnus FH Uiversitas Airlangga Surabaya ini.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut akan dimulai pada 10 November 2022 mendatang, yakni bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Karenanya, ia meminta PR tidak boleh membebani siswa. Sebab, Pemkot Surabaya tengah mengedepankan proses pertumbuhan karakter siswa.
“Sebetulnya PR itu jangan membebani anak – anak, tapi yang saya rubah PR itu adalah untuk kegiatan pembentukan karakter. Saya harap meskipun ada PR tapi tidak terlalu berat dan terlalu banyak, yang penting adalah pertumbuhan karakter mereka,” kata Eri.[asg/kun]






