Ponorogo (beritajatim.com) – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Ponorogo, diakibatkan oleh luapan air sungai. Sedikitnya ada dua luapan air sungai di Bumi Reog yang menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan. Dua sungai itu adalah sungai Gendol dan sungai Keang.
Telah terjadi pendangkalan ektrem di dua sungai tersebut. Sehingga jika terjadi hujan yang deras dengan waktu cukup lama, maka rentan air sungai itu meluap ke pemukiman atau sawah-sawah warga.
Data BPBD Ponorogo, pendangkalan sungai itu terjadi di Desa Kemuning Kecamatan Sambit dan Desa Tugu, Desa Ngrukem di Kecamatan Mlarak. Dari ketiga desa itu, Desa Kemuninglah yang menjadi wilayah paling terdampak dari meluapnya air sungai Gendol. Baru setelah itu, merembet ke Desa Tugu dan Desa Ngrukem.
“Banjir yang melanda wilayah di bumi reog karena adanya luapan beberapa sungai. Luapan air yang menimpa ke pemukiman warga ini akibat pendangkalan sungai,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Surono, Jumat (21/10/2022)
BPBD Ponorogo merekomendasikan pelebaran dan normalisasi bagi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan ektrem tersebut. Hal itu mendesak segera dilakukan karena saat ini sudah musim penghujan. Keadaan itu juga diperparah dengan adanya rumpun bambu yang tumbuh ditepian sungai. Jika rekomendasi tersebut tidak segera mendapat solusi, diperkirakan jalur yang juga menghubungkan Ponorogo-Trenggalek itu bakal lumpuh total ketika hujan dan air sungai meluap.
“Aliran sungai Gendol jurusan sungai Keang meluap dan berdampak pada putusnya akses Jalan Raya Siman-Jetis. Luapan itu juga menggenangi pemukiman yang berada di sekitar sungai,” katanya.
Untuk diketahui, pada hari Selasa (18/10) lalu, banjir kembali melanda jalur alternatif Kabupaten Ponorogo ke Kabupaten Trenggalek. Alhasil, jalur alternatif itu ditutup. Jalan alternatif menuju Kabupaten Trenggalek yang ditutup itu, tepatnya yang melewati Desa Jabung Kecamatan Mlarak dan Desa Jetis di Kecamatan Jetis.
“Ini jalur alternatif ke Trenggalek akhirnya ditutup, karena jalannya tergenang oleh air setinggi 60 centimeter,” kata Kepala Desa Jabung, Budi Ratno.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ponorogo”]
Budi menyebut jalan di jalur alternatif ke Kabupaten Trenggalek itu tergenangi air sepanjang 600 meter. Banjir terjadi karena meluapnya sungai Gendol yang melewati Desa Mojorejo dan Desa Tegalsari di Kecamatan Jetis. Di dua desa itu, air meluap kedaratan dan terakhir masuk ke Desa Jabung di Kecamatan Mlarak.
“Di desa kami tidak ada korban jiwa akibat banjir dari luapan sungai Gendol. Hingga Selasa siang ini hanya menggenangi pekarangan rumah saja dan warga belum ada yang mengungsi,” pungkasnya. [end/but]






