Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan yang melanda Kabupaten Ponorogo sejak Senin (17/10) malam membuat beberapa wilayah di bumi reog diterjang banjir.
Akibatnya, banjir kembali melanda jalur alternatif Kabupaten Ponorogo ke Kabupaten Trenggalek. Alhasil, jalur alternatif itu ditutup pada Selasa (17/10) siang.
Jalan alternatif menuju Kabupaten Trenggalek yang ditutup itu, tepatnya yang melewati Desa Jabung Kecamatan Mlarak dan Desa Jetis di Kecamatan Jetis.
“Ini jalur alternatif ke Trenggalek akhirnya ditutup, karena jalannya tergenang oleh air setinggi 60 centimeter,” kata Kepala Desa Jabung, Budi Ratno, Selasa (18/10/2022) siang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ponorogo”]
Budi menyebut jalan di jalur alternatif ke Kabupaten Trenggalek itu tergenangi air sepanjang 600 meter. Banjir terjadi karena meluapnya sungai Gendol yang melewati Desa Mojorejo dan Desa Tegalsari di Kecamatan Jetis. Di dua desa itu, air meluap kedaratan dan terakhir masuk ke Desa Jabung di Kecamatan Mlarak.
“Di desa kami tidak ada korban jiwa akibat banjir dari luapan sungai Gandol. Hingga Selasa siang ini hanya menggenangi pekarangan rumah saja dan warga belum ada yang mengungsi,” katanya.
Sementara itu Kapolsek Mlarak, IPTU Rosyid Effendi menyebut di Kecamatan Mlarak ada 3 desa yang terdampak banjir.
Tiga desa itu yakni Desa Tugu di Dusun Pandewatu, Desa Ngrukem di Dusun Jebekan dan Desa Jabung di Dusun Jabung 3. Pantauan petugas kepolisian dari Polres Mlarak, belum ada laporan air banjir yang masuk rumah warga. Namun, air banjir menutup jalur alternatif dari Kabupaten Ponorogo menuju Kabupaten Trenggalek.
“Jalur alternatif ke Trenggalek yakni yang melewati Desa Jabung dan Desa Jetis terpaksa kita tutup. Air menggenangi jalan sepanjang 600 meter,” pungkasnya. (end/ted)






