Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi barometer sepak bola amputasi nasional. Apalagi tiga pemain tim nasional dan seorang direktur teknik berasal dari Jember menjadi bagian dari tim yang bertanding dalam Piala Dunia di Turki tempo hari.
“Mari kita berjalan beriringan, berkolaborasi untuk apa yang harus kita lakukan, sehingga ke depan Jember betul-betul menjadi barometer olahraga amputasi di bawah naungan Persaid (Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember),” kata Hendy, saat menjamu tiga pemain sepak bola amputasi asal Jember yang memperkuat tim nasional Indonesia, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (20/10/2022).
Hendy mengakui jika terlambat memberi perhatian kepada Persaid. “Persaid berdiri pada 2019, saya belum jadi bupati. Saya baru menjabat pada 2021. Kalau kita belum concern terhadap Persaid memang masih belum, baru sekarang. Dari kemarin memang belum kita lakukan. Sekarang kami mulai melakukan setahap demi setahap,” katanya.
Hendy ingin pemain-pemain dari luar Jember bisa diwadahi Persaid untuk berlatih. “Kalau ada kawan-kawan dari kabupaten lain silakan diwadahi masuk ke Jember. Jember jadi pusat pelatihan, karena memang ada direktur teknik. Kita bisa ajukan Mas Rixhi Saputra jadi pelatih nasional, sehingga menjadi daya tarik teman-teman seluruh Indonesia untuk bisa belajar di Jember. Jangan diambil alih Surabaya dan lainnya,” katanya.
Hendy yakin banyak peminat sepak bola amputasi di daerah-daerah lain. “Cuma belum difasilitasi. Mari kita mulai dari Jember. Kita angkat dari Jember, dengan modal tiga pemain tim nasional dan satu pelatih kita. Ini modal yang tak ternilai harganya. Harus bisa kita manfaatkan jadi cikal-bakal sepak bola amputasi, dimulai dari Jember. Kita harus cepat. Mumpung belum diambil yang lain,” katanya.
Hendy memuji kiprah sepak bola amputasi di Indonesia hingga saat ini. “Apa yang sudah anda lakukan istimewa, sudah menjadi juara Asia dan masuk Piala Dunia. Itu melebihi ekspektasi. Tentunya dengan kegiatan yang sudah ada sekarang, apapun hasilnya itu kelas dunia. Ini perlu ditularkan ke teman-teman lain, memberi motivasi kepada kawan-kawan seprofesi yang memiliki niat berolahraga yang sama. (Mereka) bisa memotivasi diri, sehingga bersemangat bisa berolahraga dalam lingkup Persaid,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persaid-jember”]
Rixhi Saputra, pelath Persaid dan Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI), siap berkolaborasi dengan Pemkab Jember untuk pengembangan sepak bola amputasi. Apalagi ia bermimpi tim nasional sepak bola amputasi Indonesia bisa didominasi pemain-pemain asal Jember.
Rixhi berharap mendapat bantuan fasilitas latihan dari pemerintah daerah. “Kalau secara program, kami sudah siap dan menyiapkannya. Kami beberapa kali sudah bertemu dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga,” katanya.
“Fasilitas latihan kami minim. Tapi kami sudah membuktikan pemain kami bisa tembus ke tim nasional dan ikut Piala Dunia. Saat ini kami sedang menambah peralatan untuk menujang performa pemain. Kami ke depan bukan hanya berlatih, tapi juga maintenance pemain dan assessment pemain, sehingga pemain siap berkompetisi,” kata Rixhi. [wir/ted]






