Malang (beritajatim.com) – Sejak aksi turun jalan pertama Aremania oleh ratusan suporter dilakukan pada Kamis, (20/10/2022) pagi. Gelombang demonstrasi dari Aremania lainnya terus berdatangan.
Tuntutan mereka masih sama, yakni meminta keadilan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, (1/10/2022) lalu. Selain itu, mereka meminta polisi terbuka dalam melakukan penyelidikan tanpa harus mengaburkan fakta yang ada terutama tentang gas air mata.
Kali ini Puluhan Aremania yang menggelar aksi demonstrasi berhasil menembus halaman depan Balai Kota Malang. Pesertanya tidak begitu banyak seperti demo pada Kamis pagi. Tetapi puluhan Aremania ini meminta Wali Kota Malang, Sutiaji keluar dari Balai Kota menemui mereka.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Terus mendapati teriakan Aremania. Akhirnya Sutiaji turun dan melakukan dialog dengan Aremania. Dia memuji sikap dewasa Aremania dalam melakukan demonstrasi. Mereka tertib dan tidak membuat onar. Dengan begitu pesan keadilan bisa ditangkap masyarakat dengan baik.
“Saya ucapkan terimakasih bahwa Arek Malang, cinta kedamaian. Buktinya hari ini, tidak di kawal tidak ada apa-apa tapi aman,” kata Sutiaji.
Sutiaji mengatakan, bahwa aksi tertib Aremania layak diberi apresiasi. Tidak ada kericuhan karena mereka mampu mengendalikan diri meski tanpa pengawalan. Dia pun mengajak para demonstran untuk mendoakan 133 korban tragedi Kanjuruhan.
“Saya atas nama pribadi juga meminta usut tuntas. Kita kawal terus pemerintah bahkan lewat pak Presiden Joko Widodo turun langsung artinya ini serius,” tandas Sutiaji. (luc/kun)






