Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah mencuatnya anggaran siluman yang dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Suteja, sejumlah masyarakan lakukan pertemuan dengan anggota dewan. Tak hanya itu dalam rapat juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan ean juga Sekretaris Daerah, Yudha Tri Widya.
Rapat yang digelar selama empat jam ini berlangsung sangat menegangkan, karena sejumlah masyarakat menyuarakan satu persatu aspirasinya. Seperti yang dilakukan oleh Hanan, dimana dirinya menanyakan transparansi anggaran yang dilakukan oleh eksekutif.
“Harusnya eksekutif dan legislatif mengetahui aturan yang sudah dibuat oleh Kementrian Dalam Negri. Namun kenapa tidak ada sinkronisasi antara keduanya,” kata Hanan, Kamis (20/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-kabupaten-pasuruan”]
Senada dengan itu Lujeng Sudarto juga mengatakan bahwa jangan sampai didalam gedung dewan ini menjadi ‘sarang ular’. Dan untuk semua anggaran tidak seharusnya ditutup-tutupi.
“Saya minta untuk anggota DPRD bisa mengawasi hal ini sehingga tidak ada yang namanya anggaran siluman. Tak hanya itu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan harus membentuk panitia khusus dalam hal ini,” kata Lujeng.
Ditambahkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Suteja mengatakan bahwa saat ini anggota dewan tidak bisa melihat anggaran yang dilakukan oleh Pemkab. Pasalnya para anggota dewan tak bisa melihat perubahan RKPD dan PPAS.
“Tidak boleh ada anggaran RKPD atau PPAS yang dilakukan semena-mena oleh para OPD, apalagi terkait SIPD ini. Jadi anggaran siluman ini itu muncul diakhir pembahasan P-APBD,” kata Rusdi.
Menanggapi hal tersebut Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha mengatakan bahwa SIPD saat ini dalam proses penataan. SIPD saat ini masih dalam pencatatan tahun 2020 untuk pembahasan proses penganggaran tahun 2021.
Yudha juga menjelaskan bahwa saat ini pemkab dalam proses transisi pembagian anggaran. Saat ini dirinya beserta tim banggar melakukan komunikasi dengan anggota dewan. “Ada tiga substansi yang saat ini kita kerjakan dan dalam tahap transisi. Diantaranya yakni E-Planing, E-Budgeting, dan monitoring dan informasi,” kata Yudha. (ada/kun)






