Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan, yang terjadi pada hari Senin (17/10) malam hingga besoknya, telah menyebabkan puluhan bencana terjadi di Kabupaten Ponorogo. Mulai dari banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa wilayah di Bumi Reog. Data dari BPBD Ponorogo, total ada 36 kejadian yang diakibatkan oleh perubahan cuaca ekstrem tersebut.
Pada hari Selasa (18/10) banjir akibat luapan air sungai melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Seperti di Kecamatan Kauman, Mlarak, Jetis, Sambit dan Siman. Sementara untuk tanah longsor terjadi di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Sawoo, Pulung dan Sooko.
“Kejadian pada hari Selasa lalu itu disebabkan oleh hujan yang mengguyur sehari sebelumnya hingga malam,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana, Kamis (20/10/2022).
Henry menceritakan bahwa dampak dari bencana tanah longsor yang terjadi pada haru Selasa (18/10) lalu itu, menyebabkan rusaknya 56 rumah. Meski tingkat kerusakannya bervariasi, ada yang ringan, sedang dan berat. Dari jumlah rumah yang rusak itu, yang tertinggi terjadi di Kecamatan Sawoo dengan 37 rumah rusak akibat tanah longsor tersebut.
“Di Kecamatan Sawoo itu tersebar di empat desa, yaitu Desa Pangkal, Seiti, Tumpakpelem dan Tempuran. Di Desa Tempuran ada 32 rumah yang terdampak akibat tanah longsor,” katanya.
Selain berdampak pada rumah yang menyebabkan kerusakan, bencana tanah longsor juga merusak akses jalan. Mayoritas material longsor menutup badan jalan. Bahkan di Dusun Bangunsari Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung, ruas jalan kurang lebih sepanjang 15 meter amblas ikut longsor.
“Kejadian bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Sawoo. Dari enam jalan yang terdampak, lima diantaranya di kecamatan Sawoo,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ponorogo”]
Inventarisir dan penanganan pasca bencana masih dilakukan oleh BPBD Ponorogo. Henry menyebut bahwa pihaknya hingga saat ini masih menghitung dampak kerugian material yang ditimbulkan dari bencana banjir atau tanah longsor yang terjadi pada hari Selasa lalu itu.
“Ini masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menghitung kerugian material yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi pada hari Selasa lalu itu,” pungkasnya. [end/but]






