Gresik (beritajatim.com)- Satgas BUMN wilayah Jawa Timur menggelontor bantuan 1.500 paket sembako senilai Rp 150 juta untuk korban banjir, dan longsor di Kabupaten Malang. Bantuan diserahkan oleh Dirut PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Didik Prasetiyono mewakili Satgas BUMN kepada Bupati Malang, Sanusi, di Malang, Rabu (19/10/2022).
Adapun setiap paket sembako yang dibagikan antara lain berisi beras (3 kilo), minyak goreng (1 liter), gula (1 kilo) dan mi instan (5 bungkus). Masing-masing paket senilai Rp100 ribu.
Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading. Kemudian Desa Pujiharjo dan Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo, serta Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Masing-masing, daerah kecamatan mendapatkan bantuan 500 paket sembako.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-malang”]
Sementara itu, secara terpisah Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo menuturkan, bantuan ini merupakan komitmen BUMN yang ada di Jawa Timur untuk senantiasa tanggap dengan kondisi luar biasa yang ada di Jawa Timur, termasuk banjir dan longsor di Kabupaten Malang ini. “Bantuan sembako ini adalah langkah cepat tanggap dari kami di awal bagi korban banjir maupun longsor,” tuturnya.
Ia menambahkan, terkait bantuan yang dibutuhkan para korban, satgas BUMN di Jawa Timur sudah berkoordinasi dengan Pemkab Malang, termasuk teknis penyalurannya di lapangan.
“Penyaluran bantuan berada dalam satu komando sehingga penanganan bencana atau korban dan pemulihan ekonomi, serta dampak sosial yang ditangani dapat dilakukan dalam waktu bersamaan dengan tepat sasaran dan terkordinasi,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan data Pemkab Malang, banjir dan longsor telah melanda sejak Sabtu (15/10) di delapan desa, yaitu Desa Lebakharjo, Pujiharjo, Purwodadi, Sitiarjo, Sidoasri, Tambakrejo, Sumbermanjing Kulon dan Desa Sumberoto.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang juga memperkirakan ada sekitar 1.369 Kepala Keluarga (KK) atau 4.107 jiwa terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Data itu hasil kaji cepat tim penanggulangan bencana di lapangan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat bencana longsor dan banjir. [dny/kun]






