Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai sebuah lembaga media, beritajatim.com terus berupaya meningkatkan kapasitas karyawan, baik yang berada dalam divisi pemberitaan maupun tim kreatif.
Sehingga saat mendapat kunjungan dari Citra Dyah Prastuti, mentor dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Jumat (14/10/2022), awak portal berita ini pun antusias mengikuti workshop ‘Optimalisasi Media Sosial untuk Penguatan Bisnis dan Keberlanjutan Media Online’.
Mentoring yang digelar di kantor beritajatim.com ini merupakan program AMSI untuk mentoring 10 media yang terpilih selama enam bulan.
Kegiatan mentoring ini merupakan program tahun kedua yang digelar AMSI, didukung Internews dan USAID MEDIA. Beritajatim.com adalah satu dari sepuluh media yang lolos seleksi berdasar keaktifan selama mengikuti pelatihan daring ‘Manajemen, Pengembangan Bisnis dan Keberlanjutan Media Digital’.
Media ini juga telah melewati tahap Organisational Capacity Assessment (OCA) atau penilaian pemberitaan di situs media online dan wawancara mendalam dari aspek manajemen.
Dalam kegiatan mentoring ini, Citra yang juga tercatat sebagai Pemimpin Redaksi kbr.id mengajak peserta berkenalan dengan manajemen dan strategi penguatan host dalam produksi video. Katanya, ada beberapa poin dasar yang menurutnya cukup penting, salah satunya adalah dengan mengenali siapa audiens dari produk video kita.
Dengan mengenali audiens, tentu kita bisa lebih mudah untuk menyesuaikan segala sesuatunya. Citra juga menjelaskan bahwa dalam produksi video, sebagai host tentu tidak hanya berfokus pada narasumber saja, melainkan juga pada kamera. Hal ini menurutnya kerap kali terlupakan.
Selain itu, mencatat poin penting tentu juga tak boleh ketinggalan. Hal ini berguna sekali, terlebih sebagai pengingat saat host lupa dengan apa yang hendak disampaikan.
Kemudian, perhatikan intonasi. Sebagai host, penggunaan intonasi dan berbicara yang inovatif juga perlu dimiliki. Hal ini berguna agar audiens agar tertarik dan tetap stay mendengarkan apa yang sedang host bicarakan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”media-sosial”]
Citra juga menjelaskan bahwa bahasa tubuh dan kontak mata juga cukup penting. Tak hanya menatap narasumber, tetapi juga audiens. Jika dalam produksi video, berarti host juga perlu melakukan kontak mata dengan kamera.
Pada dasarnya berbicara di depan banyak orang memang kerap kali membuat gugup, hal ini tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada host dalam produksi video. “Nervous itu wajar, semua orang mengalaminya. Tapi, hal utama yang perlu dilakukan dari terus berlatih,” ujarnya.

Citra juga menjalaskan bahwa ketika seseorang gugup, dia harus mengetahui dahulu penyebabnya. Jika tidak percaya diri karena merasa tidak goodlooking di depan kamera, ia mengatakan bahwa tidak perlu berkecil hati dan cuek saja.
“Bukan sekadar golden voice dan goodlooking tapi lebih ke percaya diri serta mempunyai karakterlah yang penting,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa itu semua juga harus diimbangi. Tidak sekadar perihal materi dan pembawaan konten semata, melainkan perlunya memperhatikan teknik-tekniknya juga. Misalnya angle kamera, audio, dan lain sebagainya. (fyi/ted)






