Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Baktiono mengungkapkan, ada 99 nama bakal calon legislatif. Nama-nama tersebut mendaftar melalui DPC PDIP Surabaya sepanjang 16-24 September 2022.
Baktiono merinci dari 99 nama tersebut, pendaftar bacaleg DPR RI hanya satu orang yakni Bambang DH. Pendaftar DPRD Provinsi Jawa Timur ada dua orang, yakni Agatha Retnosari dan Fuad Bernardi. Sedangkan 96 lainnya, mendaftar sebagai bacaleg DPRD Surabaya.
“Untuk proses (pendaftaran bacaleg) yang ada di DPC PDIP Kota Surabaya, untuk DPRD Provinsi dan DPR RI, sudah dalam usulan dan sudah disampaikan ke DPP PDIP melalui DPD PDIP Provinsi Jawa Timur,” kata Baktiono di DPRD Surabaya, Selasa (11/10/2022).
Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini mengatakan, dalam Pemilu 2024 khususnya pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), PDIP Surabaya akan menempatkan komandan di tiap daerah pemilihan (Dapil). Untuk penentuan komandan dapil, pihaknya akan melakukan seleksi dan evaluasi.
“Sudah diusulkan juga, terutama untuk incumbent-incumbent dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya. Karena mereka sudah punya basis warga dan sudah punya basis wilayah. Untuk itu, mereka diberi tugas dan bertanggung jawab di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.
Oleh karena itu, kata Baktiono, para anggota DPRD Surabaya yang saat ini menjabat diharapkan dapat berkonsentrasi untuk bisa membantu warga sejak saat mendaftar. Tetapi, jika bacaleg yang akan naik menjadi Calon Legislatif (Caleg) mendatang diharapkan berkonsentrasi di kecamatan tempat dia tinggal.
Meski begitu, Baktiono membolehkan bacaleg berkunjumg ke daerah atau kecamatan lain. Sehingga, diharapkan para caleg masih tetap berkonsentrasi dan bertanggung jawab di wilayahnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”PDI-perjuangan”]
“Kita boleh, terutama bagi para incumbent misalnya Saya di dapil 2. Saya diberi tanggung jawab penuh di daerah a misalnya, tapi saya boleh tetap di sana dan membantu untuk di daerah-daerah yang lain. Jadi tiap kecamatan ada penanggung jawabnya ya, tapi penanggung jawab utama, tetap partai. Terutama dalam pengawasan,” ujarnya.
Disinggung mengenai pendaftaran dirinya ke DPRD Provinsi Jatim, ia mengaku kembali mendaftar sebagai bacaleg di DPRD Surabaya.
“Saya tetap di DPRD Surabaya, karena sudah incumbent memang tempatnya di situ. Karena di sana (DPRD provinsi) sudah jadi hak teman-teman yang ada di DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPD Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. [asg/beq]






