Surabaya (beritajatim.com) – Usai menjalankan salat wajib, alangkah baiknya jika tidak tergesa-gesa langsung berdiri. Pasalnya, ada beberapa amalan sunah yang bisa dikerjakan.
Amalan tersebut tentu memiliki keutamaan tersendiri bagi yang mengerjakan. Salah satu hal yang bisa dilakukan usai melaksanakan salat wajib yaitu berdzikir.
Dilansir dari situs Muhammadiyah.or.id, berikut ini 5 amalan sunah yang bisa dikerjakan setelah salat wajib sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW :
1. Duduk sejenak dan tidak langsung meninggalkan tempat
Setelah salat fardu ditunaikan, maka dianjurkan duduk sejenak dan tidak langsung meninggalkan tempat salat. Hal ini berdasarkan Sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA:
“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang di antara kamu salat, kemudian ia tetap duduk sebagaimana semula, maka malaikat senantiasa mendoakannya: ya Allah ampunilah dia, ya Allah sayangilah dia, selama ia belum berhadats atau berdiri”. (H.R. Al-Bukhari dan Ibnu Khuzaimah).
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
2. Bergeser ke kiri atau kanan
Seseorang yang telah usai salat fardu hendaklah bergeser ke kiri atau kanan, sebagaimana hadis Nabi SAW riwayat ‘Aisyah RA:
“Aku melihat Rasulullah SAW. minum dengan berdiri dan duduk, salat dengan bersandal dan tanpa sandal, dan dia juga bergeser (setelah salat) ke sebelah kanan dan kiri”. (H.R. al-Nasa’i dan al-Thabrani). Ada juga hadis: “Ketika Rasulullah SAW. meng-imami kami, maka ia selalu bergeser ke kedua sampingnya, ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri”. (HR At-Tirmidzi).
3. Menghadap ke makmum bagi imam
Seorang imam, setelah selesai salatnya, hendaklah ia menghadap ke makmum, sebagaimana praktik Nabi SAW dari Samurah bin Jundub RA:
“Apabila kami salat di belakang Rasulullah SAW kami paling senang berada di sebelah kanannya di mana ia menghadapkan wajahnya. Ia berkata: aku mendengar beliau berdo’a: ya Allah jagalah aku dari adzabmu pada hari dibangkitkan dan dikumpulkan semua hamba-Mu”. (H.R. Muslim dan Abu dawud).
4. Berdzikir
Berdzikir setelah salat sangat dianjurkan Nabi SAW sebagaimana tuntunan dzikir yang telah diajarkannya diriwayatkan Tsauban RA:
Apabila Rasulullah SAW selesai dari salatnya ia beristighfar tiga kali, dan berdo’a: ya Allah Engkau adalah kedamaian, dan dariMu jua kedamaian, Engkau maha memberkahi, pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Sementara Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan al-Nasa’i menambah lafadz ‘ya’, sehingga (berarti) wahai pemilik keagungan dan kemuliaan).
5. Maju atau mundur atau bergeser sedikit sebelum salat sunah
Hendaklah seorang yang telah salat fardu tidak langsung meneruskan salat sunnah sebelum ia bergesar maju atau mundur, bergeser ke kiri atau ke kanan, keluar atau berbicara, sebagaimana perintah Nabi SAW yang diriwayatkan Abdurrahman bin Sabit RA:
“Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian selesai salat wajib, lalu ia hendak salat sunah, maka hendaklah dia maju sedikit atau mundur sedikit, atau bergeser ke kanan atau ke kiri”. (HR Abdur Razaq).
Itulah amalan sunah yang bisa dikerjakan setelah melaksanakan salat wajib. Selamat beribadah. (nap)






