Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro menyiapkan bantuan sosial (Bansos) bagi para tukang ojek. Bantuan sosial tersebut disiapkan untuk membantu perekonomian tukang ojek dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, usulan bantuan sosial bagi para tukang ojek itu sudah siap. Pihaknya kini tengah melakukan verifikasi bagi para calon penerima. Sehingga diharapkan tidak ada data penerima ganda.
“Bantuannya nanti langsung ditransfer ke masing-masing rekening penerima. Akan disalurkan setelah adanya pengesahan P-APBD 2022,” ujarnya, Rabu (5/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bansos”]
Sesuai dengan usulan dari masing-masing paguyuban ojek di Kabupaten Bojonegoro ada sebanyak 279 orang yang diusulkan bakal mendapat bantuan sosial tersebut. Bansos yang bersumber dari transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) senilai Rp500 ribu bagi masing-masing penerima itu akan disalurkan satu kali di tahun 2022 ini.
Jumlah penerima itu, kata Andik, sesuai usulan dari paguyuban dan bisa saja berkurang setelah dilakukan verifikasi. Kriteria penerima bansos tersebut merupakan semua ojek yang ada di Bojonegoro, baik ojek online maupun ojek pangkalan.
“Bantuan sosial atau bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan ini berbasis NIK warga Bojonegoro,” pungkasnya.
Salah seorang ojek online asal Kabupaten Bojonegoro, Niswatin mengaku sudah didata sebagai calon penerima bantuan sosial tersebut. “Iya, sudah didata. Tinggal menunggu pencairan,” ungkapnya.
Menurutnya, dampak adanya kenaikan harga BBM Subsidi ini sangat terasa. Meski ada kenaikan tarif ojek online (ojol) namun hal itu dinilai belum mampu menutup biaya operasional. Sehingga berdampak pada pengurangan pendapatan setiap harinya.
“Selain itu juga harus menambah jam standby untuk mengejar target orderan untuk memperoleh pendapatan yang sesuai. Beda dengan sebelum ada kenaikan BBM,” terangnya. [lus/kun]






